Tim Fahmil (Cerdas Cermat) Quran asal Aceh yang terdiri atas Fadhlul Ridha, M Nahrawi, dan Munawir berhasil masuk babak semifinal, setelah...
Tim Fahmil (Cerdas Cermat) Quran
asal Aceh yang terdiri atas Fadhlul Ridha, M Nahrawi, dan Munawir
berhasil masuk babak semifinal, setelah mengalahkan tim dari Lampung,
Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat pada lomba Fahmil Quran
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXIV di Kota Ambon, Privinsi
Maluku, Senin (11/6).
Wartawan Serambi, Taufik Hidayat melaporkan dari Ambon tadi malam, Tim Fahmil Quran dari Aceh ini menjawab hampir seluruh pertanyaan yang diajukan penguji. Mereka juga unggul dalam menjawab pertanyaan pada babak rebutan, sehingga mendapatkan nilai 1.630 dan berhak masuk babak semifinal bersama Provinsi Sulawesi Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Banten, Jawa Timur, Riau, dan Jambi.
“Hasil ini cukup memuaskan bagi kami dan mudah-mudahan bisa sampai ke babak final dalam pertandingan berikutnya,” kata Muzakkir, pendamping Tim Fahmil Quran Aceh, seusai pengumuman hasil lomba yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Ambon, kemarin.
Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu beserta Wakil Gubernur Said Assagaff yang hadir menyaksikan lomba itu sempat memberikan ucapan selamat kepada tim Aceh, karena berhasil lolos ke semifinal. “Selamat. Semoga bisa jadi juara,” ujar KA Ralahalu kepada Fadhlul, Nahrawi, dan Munawir.
Selain itu, Riska Roisalia yang tampil siang kemarin untuk cabang tilawah remaja putri berhasil mendapatkan nilai 90,67 dari dewan hakim. Untuk sementara ia berada di peringkat ketiga setelah Provinsi Banten dengan nilai 93,66 dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai 92,67.
Dari cabang lomba Musabaqah Menulis Ilmiah Quran (M2IQ), utusan dari Aceh, Martunis dengan nomor peserta 032 dan Syarfina dengan nomor peserta 011, gagal menembus babak semifinal berdasarkan pengumuman dewan hakim yang ditandatangani Ketua Dewan Hakim, Prof Dr H Asep Saeful Muhtadi.
Sementara itu, hingga hari ketiga dilaksanakannya MTQ Nasional ini, kondisi para anggota kafilah Aceh di Ambon masih terjaga dengan baik. Apalagi pihak pendamping melarang para peserta yang akan tampil untuk ke luar penginapan 12 jam sebelum lomba berlangsung.
“Kebijakan itu kami berlakukan agar peserta bisa tampil maksimal. Apalagi di Ambon saat ini cuaca hujan, yang dapat mengganggu kesehatan peserta, terutama kesehatan tenggorokan yang dapat mempengaruhi suara. Dan ini sangat fatal bagi qari/qariah dalam menghadapi lomba,” kata Ketua Kafilah Aceh, Prof Dr Rusjdi Ali Muhammad yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Aceh. | Serambinews, Foto : Taufik/Serambi
Wartawan Serambi, Taufik Hidayat melaporkan dari Ambon tadi malam, Tim Fahmil Quran dari Aceh ini menjawab hampir seluruh pertanyaan yang diajukan penguji. Mereka juga unggul dalam menjawab pertanyaan pada babak rebutan, sehingga mendapatkan nilai 1.630 dan berhak masuk babak semifinal bersama Provinsi Sulawesi Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Banten, Jawa Timur, Riau, dan Jambi.
“Hasil ini cukup memuaskan bagi kami dan mudah-mudahan bisa sampai ke babak final dalam pertandingan berikutnya,” kata Muzakkir, pendamping Tim Fahmil Quran Aceh, seusai pengumuman hasil lomba yang digelar di Gedung Islamic Center Kota Ambon, kemarin.
Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu beserta Wakil Gubernur Said Assagaff yang hadir menyaksikan lomba itu sempat memberikan ucapan selamat kepada tim Aceh, karena berhasil lolos ke semifinal. “Selamat. Semoga bisa jadi juara,” ujar KA Ralahalu kepada Fadhlul, Nahrawi, dan Munawir.
Selain itu, Riska Roisalia yang tampil siang kemarin untuk cabang tilawah remaja putri berhasil mendapatkan nilai 90,67 dari dewan hakim. Untuk sementara ia berada di peringkat ketiga setelah Provinsi Banten dengan nilai 93,66 dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai 92,67.
Dari cabang lomba Musabaqah Menulis Ilmiah Quran (M2IQ), utusan dari Aceh, Martunis dengan nomor peserta 032 dan Syarfina dengan nomor peserta 011, gagal menembus babak semifinal berdasarkan pengumuman dewan hakim yang ditandatangani Ketua Dewan Hakim, Prof Dr H Asep Saeful Muhtadi.
Sementara itu, hingga hari ketiga dilaksanakannya MTQ Nasional ini, kondisi para anggota kafilah Aceh di Ambon masih terjaga dengan baik. Apalagi pihak pendamping melarang para peserta yang akan tampil untuk ke luar penginapan 12 jam sebelum lomba berlangsung.
“Kebijakan itu kami berlakukan agar peserta bisa tampil maksimal. Apalagi di Ambon saat ini cuaca hujan, yang dapat mengganggu kesehatan peserta, terutama kesehatan tenggorokan yang dapat mempengaruhi suara. Dan ini sangat fatal bagi qari/qariah dalam menghadapi lomba,” kata Ketua Kafilah Aceh, Prof Dr Rusjdi Ali Muhammad yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Aceh. | Serambinews, Foto : Taufik/Serambi
