Warga Paya Bedi Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang digegerkan mendengar kabar hilangnya Imam Mesjid Taqwa Paya Bedi H. Nyak Umar,...
Warga Paya Bedi Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang digegerkan mendengar
kabar hilangnya Imam Mesjid Taqwa Paya Bedi H. Nyak Umar, Senin, (7/5) sekitar
pukul 05.00 Wib pagi. Jamaah sholat shubuh heran, pasalnya H. Nyak Umar tidak
hadir ke mesjid untuk memimpin jamaah sholat subuh.
H. Nyak Umar yang juga pemilik usaha pupuk yang terletak dikota Kualasimpang ini, biasanya beliau setiap
harinya memimpin sholat subuh, namun pada pagi senin kemarin subuh tidak berada di mesjid. Namun, saat di hubungi oleh
Nyak Umar kepada istrinya melalui telepon rumah meminta sejumlah uang untuk
ditransfer di salah satu bank.
Informasi yang diperoleh dari istrinya, Rosminar mengatakan, "Memasuki waktu subuh suaminya keluar menuju ke mesjid yang biasa mereka melakukan sholat berjamaah, masih pagi, berdering telepon rumahnya, ternyata yang menelepon suaminya dengan nada lemah meminta menyediakan sejumlah uang ke bank salah satu yang ada di Kota Kualasimpang," ungkap Rosminar.
Lebih jauh keterangan yang di peroleh dari pihak keluarganya, "Bahwa pagi itu ada sebuah mobil kijang berwarna silver yang parkir disekitar rumahnya, tak lama berselang terdengar suara Adzan Shubuh yang dikumandangkan H. Nyak Umar. Namun informasi yang di himpun tidak seorang pun yang melihat peristiwa tersebut, ini masih menurut," katanya.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Drs. Armia Fahmi melalui Kasat Reskrim AKP. Imam Asfali ketika di temui diruang kerjanya mengatakan, "Peristiwa penculikan ini benar, tapi sedang kami selidiki motifnya, karena belum adanya laporan pihak keluarga secara resmi," kata Imam. Masih katanya, "Namun kami sudah cek ke lapangan motifnya masih simpang siur sebab belum ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut," sebutnya.(Rico. F)
H. Nyak Umar yang juga pemilik usaha pupuk yang terletak di
Informasi yang diperoleh dari istrinya, Rosminar mengatakan, "Memasuki waktu subuh suaminya keluar menuju ke mesjid yang biasa mereka melakukan sholat berjamaah, masih pagi, berdering telepon rumahnya, ternyata yang menelepon suaminya dengan nada lemah meminta menyediakan sejumlah uang ke bank salah satu yang ada di Kota Kualasimpang," ungkap Rosminar.
Lebih jauh keterangan yang di peroleh dari pihak keluarganya, "Bahwa pagi itu ada sebuah mobil kijang berwarna silver yang parkir disekitar rumahnya, tak lama berselang terdengar suara Adzan Shubuh yang dikumandangkan H. Nyak Umar. Namun informasi yang di himpun tidak seorang pun yang melihat peristiwa tersebut, ini masih menurut," katanya.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Drs. Armia Fahmi melalui Kasat Reskrim AKP. Imam Asfali ketika di temui diruang kerjanya mengatakan, "Peristiwa penculikan ini benar, tapi sedang kami selidiki motifnya, karena belum adanya laporan pihak keluarga secara resmi," kata Imam. Masih katanya, "Namun kami sudah cek ke lapangan motifnya masih simpang siur sebab belum ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut," sebutnya.(Rico. F)
