Badan jalan utama Babo, Ibu Kota Kecamatan Bandar Pusaka ambrol jatuh keparit. Longsornya badan jalan tersebut diduga akibat selama ini...
Badan jalan utama Babo, Ibu Kota Kecamatan Bandar Pusaka ambrol jatuh keparit. Longsornya badan jalan tersebut diduga akibat selama ini curah hujan yang mengguyur daerah itu terlalu tinggi.
Jalan utama penghubung Peukan Babo Kecamatan Bandar Pusaka - Pulau Tiga Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang dan Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur itu longsor hingga separuh badan jalan (2 meter) yang lokasinya persis di depan Masjid Raya “Babussalam” Babo.
Akibatnya, jalan tersebut tidak lagi bisa dilalui oleh Kendaraan roda 4 maupun truk. Masyarakat didaerah itu merasa kuwalahan jika akan memasarkan hasil pertanian dan kebun mereka, terutama hasil kelapa sawit (TBS).
Sejumlah warga Babo kepada menyebutkan, selama ini warga didaerah itu hanya memasarkan buah kelapa sawitnya di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terdekat, yakni PKS PTPN I Pulau Tiga.
“Yang paling membuat warga bingung, ketika akan membawa TBS keluar, terpaksa dilansir dengan becak atau mobil roda 4 jenis Chevrolet dan Zebra terlebih dahulu. Ya paling tidak, selain proses waktu semakin bertambah, juga capek dan petani pun harus mengeluarkan uang lagi untuk biaya lansir itu”, ungkap Udin warga setempat.
Udin menyebutkan, warga disana sudah tidak lagi pusing jika akan pergi ke Kota Kualasimpang maupun Ibu Kota Kabupaten Aceh Tamiang, Karang Baru, karena Jalan dan jembatan sudah dibangun Pemerintah hingga ke Kecamatan Sekerak.
Masyarakat kecamatan Bandar Pusaka meminta agar Pemkab Aceh Tamiang segera memperbaiki badan jalan yang putus. hal ini dilalukan demi kelancaran arus perhubungan dan perekonomian masyarakat di kawasan hulu Kabupaten itu.
Editor : Yeddi
Sumber : Soeparmin
Jalan utama penghubung Peukan Babo Kecamatan Bandar Pusaka - Pulau Tiga Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang dan Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur itu longsor hingga separuh badan jalan (2 meter) yang lokasinya persis di depan Masjid Raya “Babussalam” Babo.
Akibatnya, jalan tersebut tidak lagi bisa dilalui oleh Kendaraan roda 4 maupun truk. Masyarakat didaerah itu merasa kuwalahan jika akan memasarkan hasil pertanian dan kebun mereka, terutama hasil kelapa sawit (TBS).
Sejumlah warga Babo kepada menyebutkan, selama ini warga didaerah itu hanya memasarkan buah kelapa sawitnya di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terdekat, yakni PKS PTPN I Pulau Tiga.
“Yang paling membuat warga bingung, ketika akan membawa TBS keluar, terpaksa dilansir dengan becak atau mobil roda 4 jenis Chevrolet dan Zebra terlebih dahulu. Ya paling tidak, selain proses waktu semakin bertambah, juga capek dan petani pun harus mengeluarkan uang lagi untuk biaya lansir itu”, ungkap Udin warga setempat.
Udin menyebutkan, warga disana sudah tidak lagi pusing jika akan pergi ke Kota Kualasimpang maupun Ibu Kota Kabupaten Aceh Tamiang, Karang Baru, karena Jalan dan jembatan sudah dibangun Pemerintah hingga ke Kecamatan Sekerak.
Masyarakat kecamatan Bandar Pusaka meminta agar Pemkab Aceh Tamiang segera memperbaiki badan jalan yang putus. hal ini dilalukan demi kelancaran arus perhubungan dan perekonomian masyarakat di kawasan hulu Kabupaten itu.
Editor : Yeddi
Sumber : Soeparmin