Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Mengantisipasi ancaman banjir di wilayah hulu, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang ...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Mengantisipasi ancaman banjir di wilayah hulu, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang terus memantapkan kesiapsiagaan jaring komunikasi darurat. Pada Sabtu (24/10/2026), tim teknis bergerak menembus kawasan hulu untuk mendirikan Pos Pemantau Bencana baru di Tenggulun.
Ketua ORARI Lokal Aceh Tamiang, Saiful Alam (YD6AAK), turun langsung memimpin perakitan dan penarikan bentang antena di kediaman Bayu Adi Saputra, Dusun Adil Makmur, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun. Langkah ini dilakukan guna memastikan titik pantau hulu tersebut siap mengudara (on air) secara optimal.
Pemasangan pos ini bertujuan menjaga keandalan frekuensi kebencanaan sebagai sarana komunikasi alternatif (backup system) utama jika jaringan seluler komersial mendadak lumpuh (blank spot) akibat cuaca ekstrem.
Di lokasi pemasangan, Saiful Alam (YD6AAK) yang didampingi Ketua DPP ORARI Lokal Aceh Tamiang, Ichsan (YB6CX), serta anggota tim Nanang Suryono (YD6AAS), Abdul Karim (YD6ABF), dan Andri (YD6ABI), menyatakan bahwa titik ini melengkapi jajaran stasiun pemantau di daerah rawan.
“Alhamdulillah, check-in pos pantau Tenggulun berjalan lancar dan penerimaan sinyal tercatat 59 (sangat jernih). Dengan tambahan ini, sudah ada empat titik pos pantau yang aktif saling terhubung (check-in net), yakni Tamiang Hulu, Tenggulun, Bandar Pusaka, dan Seruway,” ujar Saiful di sela-sela optimasi perangkat.
Saiful menekankan bahwa para operator di pos hulu memegang peranan penting sebagai garda depan pengamatan kondisi sungai dan daerah tangkapan air.
“Operator pos pantau di hulu bertugas menyampaikan laporan situasi (sitrep) terkini, terutama jika ada lonjakan debit air sungai. Informasi tercepat ini akan langsung dipancarluaskan (relay) ke pos induk dan stasiun anggota agar peringatan dini sampai ke masyarakat wilayah hilir lebih awal,” jelasnya.
Tidak berhenti di wilayah hulu, ORARI Lokal Aceh Tamiang juga merencanakan perluasan pancaran sinyal pemantauan ke kawasan pesisir yang meliputi Kecamatan Manyak Payed, Bendahara, dan Banda Mulia.
"Kami ingin memastikan seluruh lintasan kebencanaan ter-coper dengan rapi. Harapan kami, koordinasi antar-stasiun ini dapat menyajikan berita yang akurat dan tepat waktu, serta terus memancarkan 73 (salam dan doa terbaik) untuk keselamatan warga Aceh Tamiang," tutup Saiful.
Dengan bertambahnya pos pantau radio amatir ini, arus informasi peringatan dini bencana dipastikan tetap mengudara tanpa putus di seluruh penjuru Bumi Muda Sedia.[]L24.SWJ
