Lentera24.com | BANDA ACEH - Dunia jurnalistik Aceh kembali bergairah menjelang Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh yang di...
Lentera24.com | BANDA ACEH - Dunia jurnalistik Aceh kembali bergairah menjelang Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Di tengah deretan nama yang bermunculan, ada satu sosok sarat pengalaman yang resmi melangkah ke panggung kontestasi: Azhari, Pemimpin Redaksi aentenews.com.
Dengan langkah tegap, pria yang telah mengabdikan separuh hidupnya di dunia warta ini mendatangi Gedung PWI Aceh di Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis sore. Kedatangannya disambut hangat oleh Sekretaris Steering Committee (SC), Iranda Novandi, untuk menerima formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Aceh.
Meniti Karier Lintas Zaman
Bagi insan pers di Tanah Rencong, nama Azhari tentu bukan asing lagi. Perjalanan jurnalistiknya dimulai sejak akhir dekade 90-an—tepatnya pada tahun 1999—saat ia menancapkan idealismenya sebagai koresponden Kantor Berita Antara Biro Aceh.
Rekam jejaknya membentang luas menembus berbagai era dan wilayah. Sebelum purna tugas dari LKBN Antara pada Agustus 2025, Azhari telah dipercaya memegang sejumlah posisi strategis di berbagai penjuru nusantara. Ia pernah memimpin biro Antara di Aceh, Sumatera Barat, Jambi, hingga Sumatera Utara, bahkan sempat mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan Perum LKBN Antara.
Pengalaman panjang lintas wilayah dan zaman ini membentuknya menjadi sosok wartawan yang matang, bijaksana, serta sangat memahami dinamika serta etika dunia pers yang terus bergerak dinamis.
Panggilan Hati untuk Marwah Organisasi
Saat ini, dedikasi Azhari bagi rumah besarnya tidak pernah surut. Di kepengurusan PWI Aceh yang sedang berjalan, ia aktif mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Pembelaan dan Advokasi Wartawan sekaligus Ketua Koperasi Tinta Emas PWI Aceh.
Ketika ditanya mengenai niatnya maju dalam bursa Ketua DK PWI Aceh, Azhari bertutur rendah hati. Baginya, langkah ini murni bentuk panggilan pengabdian.
"Ini semata-mata bagian dari pengabdian. Jika nanti dipercaya dan terpilih, saya bersama rekan-rekan pengurus lainnya siap mengawal dan mewujudkan PWI Aceh yang lebih bermarwah, bermartabat, serta senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik," ungkap Azhari.
Dinamika Konferensi yang Hangat
Pendaftaran bursa kepemimpinan PWI Aceh kali ini memang diprediksi berlangsung kompetitif. Iranda Novandi selaku Sekretaris SC mengungkapkan bahwa hingga awal pembukaan, sudah ada tiga nama yang mengambil formulir bakal calon ketua PWI, yaitu M Nasir Nurdin, M Saman, and Sayuti Ahmad.
Sementara untuk bursa bakal calon Ketua Dewan Kehormatan, persaingan juga diisi oleh figur-figur senior berintegritas tinggi, yakni Tarmilin Usman, M Zairin, dan tentu saja Azhari.
Pihak panitia pun mengingatkan agar seluruh kandidat cermat mempelajari ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan syarat dukungan minimal 10 persen dari total Daftar Pemilih Sementara (DPS).
Dengan bekal pengalaman melintang melintasi tiga zaman dan komitmen yang tak pernah luntur terhadap profesi, kehadiran Azhari di bursa DK PWI Aceh memberikan angin segar. Ia diyakini mampu menjadi pengayom yang adil, bijaksana, dan penjaga moral bagi seluruh wartawan di Bumi Serambi Mekkah.[]L24.Sai
