HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Polemik Rehab MIN 5 Aceh Tamiang: PT WIKA Akomodir Keinginan Sekolah, 520 Siswa Segera Kembali ke Kelas

Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Sempat diwarnai ketegangan dan kritik tajam akibat pengerjaan yang dinilai asal-asalan, polemik renovasi Mad...


Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Sempat diwarnai ketegangan dan kritik tajam akibat pengerjaan yang dinilai asal-asalan, polemik renovasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Aceh Tamiang akhirnya menemui titik terang. Lewat meja mediasi yang digagas Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, pihak pelaksana proyek yakni PT Wijaya Karya (PT WIKA) sepakat mengakomodir sebagian besar aspirasi pihak sekolah dan komite madrasah.

Mediasi yang berujung damai ini dilangsungkan melalui peninjauan langsung ke lokasi sekolah di Kampung Teulaga Meuku Sa, Kecamatan Bendahara, pada Kamis (3/9/2026). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Syarifuddin, didampingi Wakil Ketua Muhammad Yunus, S.Pd, serta para anggota dewan Hajarul Aswat dan Sadikin. Hadir pula perwakilan PT WIKA, Kepala MIN 5 Aceh Tamiang Musalamina, S.Ag, Ketua Komite Adi Syahputra, serta Kepala Kemukiman Teulaga Meuku Buchari Muslim.

Suasana cair dan penuh kekeluargaan menggantikan ketegangan yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya. Berdasarkan berita acara bernomor tertanggal 3 September 2026 yang diteken bersama, tercapai sejumlah kesepakatan penting terkait teknis pembangunan. PT WIKA menyetujui peninggian lantai setinggi 30 sentimeter, pembuatan kolom praktis di dinding belakang bagian tengah, perbaikan dan penggantian rangka atap kayu yang rusak, hingga pemasangan kembali keramik dinding depan.

Ketua Komite Madrasah, Adi Syahputra, menyambut baik langkah akomodatif dari pihak BUMN karya tersebut. Ia mengakui bahwa ketegangan yang sempat terjadi sebelumnya murni dipicu oleh miskomunikasi akibat pihak sekolah tidak pernah memegang dokumen perencanaan maupun rincian anggaran proyek senilai Rp 300 juta tersebut sejak awal.


"Kita bersyukur dengan adanya fasilitasi Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, kini sudah ada kejelasan dan apa yang kami inginkan telah diakomodir, meskipun tidak semua poin terpenuhi karena keterbatasan anggaran," ungkap Adi dengan nada lega.

Adi berharap pengerjaan fisik yang kini kembali dilanjutkan bisa tuntas tepat waktu sesuai masa kontrak hingga November 2026. Dengan begitu, sebanyak 520 peserta didik yang selama ini terpaksa mengungsi dan menumpang belajar di kantor kemukiman, TPQ, maupun sekolah lain bisa segera kembali bernapas lega dan belajar dengan nyaman di ruang kelas mereka.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan PT WIKA, Romi, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, komite, kemukiman, serta jajaran Komisi IV DPRK Aceh Tamiang yang telah membuka ruang dialog konstruktif. Ia menjelaskan bahwa kendala di lapangan sebelumnya terjadi karena penyesuaian anggaran yang terbatas, sehingga tidak seluruh usulan—seperti peninggian bata dinding—dapat dipenuhi sekaligus.

"Syukur kini sudah ada titik temu dan pekerjaan segera dilaksanakan sehingga bisa selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak kerja dari Kementerian PU," ujar Romi.

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang, Syarifuddin, yang akrab disapa Lembit, turut mengapresiasi iktikad baik PT WIKA yang mau mendengar keluhan rakyat. Ia menegaskan bahwa sengketa terkait rehab-rekon MIN 5 Aceh Tamiang telah resmi diselesaikan dan seluruh pihak sepakat mendukung kelanjutan pembangunan.

"Persoalan untuk pekerjaan rehab-rekon MIN 5 Aceh Tamiang sudah selesai dan para pihak menyepakati proses pengerjaannya dilanjutkan. Kita sama-sama memikirkan jangan sampai anak-anak terlalu lama menumpang di tempat lain. Mereka harus secepatnya belajar di ruang kelas yang nyaman seperti sebelumnya," pesan Syarifuddin hangat menutup persoalan.[]L24.Sai