HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Bupati Armia Pahmi Ketuk Pintu Kementerian Demi Warga Desa Aceh Tamiang

Lentera24.com | JAKARTA - Langkah kaki Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., hari itu membawa harapan besar dari ...


Lentera24.com | JAKARTA - Langkah kaki Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., hari itu membawa harapan besar dari ratusan kampung di tanah serambi madinah. Di ruang kerjanya yang sejuk di Jakarta, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyambut kedatangan sang bupati dengan hangat pada Kamis siang, (10/9/26). Di balik pertemuan resmi itu, tersimpan sebuah misi kemanusiaan yang mendalam: memastikan warga di pelosok desa dapat menikmati jalan yang layak, jembatan yang aman, serta tempat pelayanan publik yang bermartabat.

Bagi Bupati Armia, pembangunan bukan sekadar urusan angka dan semen, melainkan tentang bagaimana mendekatkan jarak dan merajut asa masyarakatnya. Membawa bendera Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, ia menyodorkan sebuah proposal komprehensif yang memotret langsung denyut keseharian warga desa yang selama ini mendambakan perbaikan infrastruktur dasar.

Dalam lembaran proposal tersebut tersurat potret perjuangan warga sehari-hari. Pak Bupati dengan teliti merinci kebutuhan mendesak di wilayahnya, mulai dari usulan pembangunan jembatan sepanjang 2.017 meter hingga pembenahan urat nadi perekonomian berupa jalan lingkungan sepanjang 191,6 kilometer. Rincian ini bukan sekadar statistik, melainkan wujud nyata dari keluh kesah petani yang kesulitan membawa hasil panen atau anak-anak yang berjuang menuju sekolah.

Secara spesifik, rencana penanganan jalan lingkungan ini dirancang menyentuh dua kebutuhan utama di lapangan:

Pengaspalan jalan lingkungan sepanjang 175,6 kilometer agar mobilitas warga semakin lancar.

Pembangunan rabat beton sepanjang 15,9 kilometer di titik-titik yang membutuhkan ketahanan ekstra.

Kepedulian mantan perwira tinggi kepolisian ini tidak berhenti pada akses jalan semata. Ia juga menaruh perhatian besar pada pusat-pusat pelayanan masyarakat di tingkat tapak—yakni kantor desa. Selama ini, tidak sedikit perangkat desa yang harus bekerja di tengah keterbatasan fasilitas akibat bangunan yang rusak atau bahkan ketiadaan gedung yang memadai.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkab Aceh Tamiang mengusulkan langkah konkret berupa:

Rehabilitasi berat atau revitalisasi bagi 103 kantor desa yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Pembangunan 113 unit kantor desa baru bagi kampung-kampung yang selama ini belum memiliki fasilitas pelayanan yang layak.

Bagi Bupati Armia, kantor desa adalah wajah pertama negara di hadapan rakyatnya. Ketersediaan akses jalan yang mulus dan fasilitas kantor desa yang representatif diyakini menjadi kunci utama untuk menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus mengoptimalkan tata kelola pemerintahan di level terbawah.

Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat kini menjadi tumpuan harapan. Melalui langkah proaktif ini, ia berharap Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dapat memberikan dukungan penuh berupa pengalokasian anggaran strategis. Sebab, di balik setiap jembatan yang dibangun dan setiap kantor desa yang direhabilitasi, ada senyum warga Aceh Tamiang yang mendambakan pemerataan pembangunan dan masa depan yang lebih cerah. []L24.SWJ