HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Warisan Malahayati, Aceh Harus Kembali Punya Laksamana

Dr. Yusri Kasim, Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh Lentera24.com | BANDA ACEH —Laut bagi Aceh bukan sekadar garis di atas peta, melain...

Dr. Yusri Kasim, Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh

Lentera24.com | BANDA ACEH—Laut bagi Aceh bukan sekadar garis di atas peta, melainkan ruang hidup dan nadi sejarah. Di perairan inilah armada Kesultanan Aceh Darussalam di bawah komando Laksamana Malahayati dulu disegani, menjadikan benteng Nusantara yang tak mudah goyah dari empasan kekuatan asing.

Kini, di balik rasa bangga yang terawat pada lembaran sejarah itu, terselip sebuah pertanyaan mendesak: kapan Aceh kembali melahirkan seorang Laksamana putra daerah di jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut?

Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Dr. Yusri Kasim, Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh, dalam sebuah renungan yang mengajak publik melihat kembali posisi strategis tanah rencong yang berdiri di persimpangan Selat Malaka dan Samudera Hindia. Bagi masyarakat Aceh, laut sejak ratusan tahun lalu adalah sumber kekuatan, penghidupan, dan kehormatan.

"Laut bukan sekadar garis batas peta. Ia adalah identitas. Jejak Malahayati mengajarkan, kita lahir dari rahim bangsa yang tak pernah takut menghadapi ombak maupun kekuatan asing. Semangat itu tidak boleh berhenti di buku sejarah," ujar Yusri kepada Lentera24.com, Jumat (11/9/2026).

Moto TNI Angkatan Laut, Jalesveva Jayamahe (di laut kita berjaya), semestinya menjadi cermin sekaligus tantangan nyata bagi generasi muda Aceh. Dengan letak geografis yang strategis, budaya bahari yang mengakar, serta semangat juang yang diwariskan turun-temurun, Aceh punya seluruh bekal yang dibutuhkan. Tinggal bagaimana tekad anak-anak muda hari ini melangkah untuk mengabdi.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pertahanan dan Keamanan ini meyakini, kerinduan akan lahirnya seorang Laksamana baru dari tanah Aceh bukanlah angan-angan kosong. Hal itu bisa dicapai melalui kerja keras, kedisiplinan, integritas, serta kompetensi yang terus diasah di korps matra laut.

"Kita tidak bisa hanya menengok ke belakang. Sejarah Malahayati bukan sekadar untuk dibanggakan, melainkan ditiru. Kini giliran putra-putri Aceh berdiri di geladak kapal, menjaga kedaulatan, dan membuktikan bahwa darah pelaut tangguh masih mengalir kuat di bumi ini," tambahnya.

Mewujudkan harapan tersebut tentu memerlukan dukungan bersama dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah daerah. Dengan menyiapkan kader-kader terbaik dan memberi mereka ruang seluas-luasnya, impian melihat putra Aceh kembali berdiri tegak di jajaran pimpinan tertinggi TNI Angkatan Laut diyakini akan menjadi kenyataan.[]L24.SWJ