HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Teladan di Tengah Puing: SMPN 2 Karang Baru Peringati Maulid Nabi dengan Semangat "Bangkit Setelah Bencana"

Lentera24.com | KARANG BARU - Suasana hangat dan penuh khidmat tampak menyelimuti lapangan basket Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 K...


Lentera24.com | KARANG BARU - Suasana hangat dan penuh khidmat tampak menyelimuti lapangan basket Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu, 12 September 2026. Di tengah semangat pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut, keluarga besar sekolah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara sarat makna ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi setempat, yakni "Bangkit Setelah Bencana, Tumbuh Dengan Teladan Rasulullah, Karena ujian bukan alasan untuk berhenti belajar."

Plt Kepala SMPN 2 Karang Baru, Dedek Yusran, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Maulid tahun ini terasa begitu istimewa dan mendalam bagi para siswa. Kehadiran musibah yang baru saja terjadi tidak menyurutkan niat pihak sekolah untuk terus merawat kecintaan peserta didik kepada Rasulullah SAW, sekaligus menjadikan keteladanan beliau sebagai sumber kekuatan mental untuk bangkit kembali.

Puncak acara diisi dengan tausyiah inspiratif yang disampaikan oleh Al-Ustadz Awaluddin, S.Pd.I., M.Pd. Dengan gaya penyampaiannya yang dinamis, humanis, dan dekat dengan dunia remaja, beliau mengupas tuntas perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai cerminan ketangguhan manusia pilihan.

Dalam ceramahnya, Ustadz Awaluddin mengajak para siswa untuk merenungkan kembali sejarah besar masa lalu, mulai dari peristiwa penyerangan pasukan bergajah Abrahah hingga masa kecil Nabi yang penuh dengan ujian kesabaran. Beliau mengingatkan bahwa gajah sebagai hewan saja tahu dan tunduk mengagungkan rumah Allah, sehingga manusia semestinya memiliki kepekaan yang jauh lebih besar untuk memakmurkan masjid.

"Jangan pernah jauh dari rumah Allah, jangan pernah jauh dari masjid. Kalau tidak, bencana bisa melanda hingga kita bernasib seperti pasukan Abrahah yang binasa akibat durhaka kepada Baitullah.

Taatlah kepada Allah sepanjang hari dan malam," pesan Ustadz Awaluddin di hadapan ratusan siswa dan guru.

Tidak hanya menekankan aspek spiritual, Ustadz Awaluddin juga memantik motivasi kewirausahaan dan ketangguhan mental para pelajar SMPN 2 Karang Baru. Beliau menceritakan bagaimana Rasulullah SAW sejak usia dini telah menunjukkan etos kerja yang luar biasa—menggembala ternak di usia muda hingga dipercaya memimpin kafilah dagang lintas negara ke negeri Syam sejauh ribuan kilometer pada usia 12 tahun, sebuah pencapaian yang ia analogikan layaknya seorang CEO muda masa kini.

"Jangan menjadi anak yang lembek atau lemah yang baru disuruh sedikit saja sudah mengeluh. Di usia 12 tahun, Nabi Muhammad sudah menjadi CEO yang mengelola perdagangan antarnegara. Jadilah anak yang visioner, melihat peluang di sekitar kita, dan senantiasa meneladani kesabaran Rasulullah," ujarnya berpesan.

Melalui tausyiah tersebut, Ustadz Awaluddin merangkum empat poin penting sebagai pegangan hidup bagi para siswa:

Jangan pernah jauh dari masjid, karena ketaatan kepada Allah adalah benteng utama kehidupan.

Jauhi sifat iri dan dengki yang dapat merusak persaudaraan.

Jadilah pribadi yang visioner dan mandiri, meneladani kemandirian Nabi Muhammad yang produktif sejak kecil dan tidak menjadi generasi yang lemah.

Tanamkan kesabaran yang kuat dalam menghadapi segala bentuk ujian hidup, termasuk cobaan bencana alam.

Peringatan Maulid Nabi SAW di SMPN 2 Karang Baru ini ditutup dengan doa bersama. Kehadiran acara ini diharapkan mampu menumbuhkan energi positif, mengikis trauma pascabencana, serta mencetak generasi muda Aceh Tamiang yang tangguh, cerdas, dan berakhlakul karimah.[]L24.Sai