HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ubah Sampah Jadi Karya: Aksi Nyata Mahasiswa FH UBB Edukasi Hukum Lingkungan di SMKN 1 Pangkalpinang

Tim Pelaksana Mahasiswa FH UBB: Dewangga Sakti, Alifia Diah Ratpalupi, Artika Lestari, Indah Cahya Dewi, Abdurrahman, dan Fabri Lukman Lente...

Tim Pelaksana Mahasiswa FH UBB:
Dewangga Sakti, Alifia Diah Ratpalupi, Artika Lestari, Indah Cahya Dewi, Abdurrahman, dan Fabri Lukman

Lentera24.com | PANGKALPINANG – Masalah sampah bukan sekadar soal kebersihan, melainkan tanggung jawab hukum dan moral yang harus dipupuk sejak dini. Berangkat dari semangat tersebut, sekelompok mahasiswa Semester 4 Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB) menggelar sosialisasi kreatif bertajuk “Membangun Kreativitas Pelajar melalui Daur Ulang (Eco Creativity)”.

Kegiatan yang berlangsung pada 29 April 2026 di SMKN 1 Pangkalpinang ini bukan sekadar pemaparan teori di dalam kelas. Para siswa diajak menyelami makna hukum lingkungan melalui pendekatan yang segar dan interaktif.

Memahami Hak atas Lingkungan Sehat

Acara yang dipandu oleh Indah Cahya Dewi sebagai moderator ini merupakan bagian dari Team Based Project mata kuliah Hukum Lingkungan di bawah bimbingan dosen Bunga Permatasari, S.H., M.H.

Dalam sesi materi, Fabri Lukman menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional atas lingkungan yang baik dan sehat. Hal ini, menurutnya, telah tegas diatur dalam UUD 1945 serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Lingkungan yang sehat adalah hak kita, tapi menjaganya adalah kewajiban mutlak,” tegas Fabri di hadapan para siswa.

Daur Ulang: Solusi Hukum dalam Kreativitas

Melanjutkan pemaparan tersebut, Abdurrahman membedah persoalan sampah yang kerap dianggap sepele namun berdampak fatal bagi kesehatan dan ekosistem. Ia menawarkan solusi praktis melalui daur ulang. Barang-barang bekas yang tadinya dianggap limbah, di tangan yang kreatif, dapat bertransformasi menjadi produk bernilai guna.

Diskusi pun semakin hidup saat sesi tanya jawab. Artika Lestari dan Alifia Diah Ratpalupi dengan sigap menjawab berbagai keresahan para siswa mengenai sanksi hukum hingga langkah konkret yang bisa dilakukan remaja untuk meminimalisir pencemaran.

Menjadi Agent of Change

Ketua Kelompok, Dewangga Sakti, memberikan sorotan tajam pada realita di lapangan. Ia mencontohkan kondisi kawasan jalan Jerambah Gantung menuju kampus UBB yang ironisnya masih dipenuhi sampah, meski sudah ada pengawasan CCTV dan papan larangan.

“Ini menunjukkan bahwa teknologi dan aturan saja tidak cukup. Dibutuhkan kesadaran dari dalam diri. Kami berharap rekan-rekan di SMKN 1 Pangkalpinang bisa menjadi agent of change (agen perubahan) yang memulai kebiasaan baik dari hal terkecil,” harap Dewangga.

Dari Teori ke Aksi Nyata

Menutup kegiatan, suasana kelas berubah menjadi bengkel kreativitas. Tidak hanya duduk mendengar, para siswa langsung ditantang mempraktikkan konsep daur ulang dengan membuat berbagai kerajinan dari bahan bekas.

Aksi mahasiswa FH UBB ini seolah menegaskan pesan kuat bagi generasi muda: bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah barang, melainkan awal dari sebuah karya baru yang berdampak besar bagi kelestarian bumi.[]L24.Red

Tim Pelaksana Mahasiswa FH UBB:

Dewangga Sakti, Alifia Diah Ratpalupi, Artika Lestari, Indah Cahya Dewi, Abdurrahman, dan Fabri Lukman.