HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Di Balik Muscab X PPP: Pesan Hangat Armia Pahmi & Ismail Tentang Politik yang Memanusiakan Rakyat

Lentera24.com | KARANG BARU – Aula FN Coffee & Resto mendadak hangat pada Sabtu siang (2/5/26). Di tengah riuhnya kader berjas hijau, h...


Lentera24.com | KARANG BARU – Aula FN Coffee & Resto mendadak hangat pada Sabtu siang (2/5/26). Di tengah riuhnya kader berjas hijau, hadir dua sosok pemimpin Aceh Tamiang, Bupati Armia Pahmi dan Wakil Bupati Ismail. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan membawa pesan penting tentang bagaimana politik seharusnya bekerja: untuk mereka yang sedang berjuang bangkit dari cobaan alam.

Muscab X PPP Aceh Tamiang kali ini memang terasa berbeda. Mengusung tema “Merajut Persatuan, Membangun Semangat Juang Menuju Kemenangan”, forum ini seolah menjadi ruang refleksi bagi para politisi untuk kembali ke akar rumput.

Politik yang Menghapus Air Mata

Bupati Armia Pahmi, dalam sambutannya, tidak langsung bicara soal peta suara atau kursi legislatif. Ia justru memulai dengan sebuah pengakuan tulus atas kerja kemanusiaan. Ia mengenang bagaimana kader-kader PPP terjun langsung saat bencana hidrometeorologi (banjir) menerjang pemukiman warga Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

“Politik itu panggungnya memang di sini (Musyawarah), tapi pengabdiannya ada di dapur umum, di tenda pengungsian, dan di rumah warga yang terkena musibah. Saya melihat PPP melakukan itu,” tutur Armia dengan nada yang rendah namun tegas.


Bagi purnawirawan jenderal bintang dua ini, politik harus memiliki "wajah kemanusiaan". Ia menegaskan bahwa PPP memiliki tanggung jawab moral untuk menjadikan politik sebagai sarana ibadah. “Kader harus jadi yang terdepan menjaga nilai keislaman, tapi jangan lupa, esensi Islam adalah menebar manfaat bagi sesama,” tambahnya.

Menjahit Harapan di Masa Pemulihan

Senada dengan pesan Bupati, kehadiran Wakil Bupati Ismail di sisi beliau menunjukkan kekompakan pemerintah daerah dalam merangkul semua lini untuk pemulihan daerah. Mereka menaruh harapan besar agar kepengurusan yang lahir dari Muscab ini adalah mereka yang "mau berkeringat" bersama pemerintah.

“Kita ingin Aceh Tamiang bangkit lebih kuat. Tapi pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kami butuh mitra yang punya hati untuk rakyat, yang paham bahwa pembangunan bukan cuma soal aspal dan semen, tapi soal kesejahteraan jiwa warga kita pascabencana,” ungkap Armia mewakili harapan duet kepemimpinannya bersama Ismail.

Rumah Besar yang Terbuka

Ketua DPC PPP Aceh Tamiang, Azhari Rahmad, tampak terharu dengan apresiasi tersebut. Baginya, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati adalah bukti bahwa sinergi lintas elemen di Bumi Muda Sedia sedang berada di jalur yang benar.

“Kami ingin Muscab ini menjadi momentum evaluasi. Apakah keberadaan kami sudah dirasakan manfaatnya oleh warga? Itulah pertanyaan besarnya. Kami ingin PPP menjadi rumah besar bagi aspirasi rakyat Aceh Tamiang,” ujar Azhari dengan penuh semangat.

Senada dengan itu, Ketua DPW PPP Aceh, Kamiruddin Idris, mengingatkan para kader bahwa tim formatur yang akan dibentuk nanti haruslah jeli melihat sosok pemimpin yang mampu menjembatani kepentingan partai dengan kebutuhan nyata masyarakat di desa-desa.

Acara yang turut dihadiri jajaran Forkopimda, KIP, Panwaslu, serta pimpinan lintas partai politik ini ditutup dengan suasana kekeluargaan. Tidak ada sekat tebal antara penguasa dan kader partai; yang ada hanyalah diskusi hangat tentang masa depan Aceh Tamiang.


Melalui Muscab X ini, pesan yang dibawa pulang oleh para kader sangat jelas: Bahwa kemenangan sejati bukanlah saat nama tercantum di surat suara, melainkan saat tangan mampu merangkul mereka yang membutuhkan, selaras dengan semangat sinergi membangun daerah yang digaungkan oleh Armia Pahmi dan Ismail. []L24.sai