HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Sekolah Islam dan Tantangan Administrasi yang Tak Kunjung Tuntas

Oleh: Sakha Yuliana Pano Mahasiswi  Semester VI  Prodi Pendidikan Agama Islam  Instansi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta Dosen...



Oleh: Sakha Yuliana Pano Mahasiswi  Semester VI Prodi Pendidikan Agama Islam Instansi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta
Dosen Qiyadah Robbaniyyah, M.PD.I

Lentera24.com - Bayangkan sebuah sekolah yang setiap pagi mengumandangkan azdan, mengajarkan akhlak mulia, dan mendidik generasi penerus bangsa dengan landasan nilai-nilai Islam. Namun di balik itu semua, ruang tata usahanya masih mengandalkan buku catatan lusuh, arsip siswa tertumpuk dalam kardus, dan laporan keuangan dibuat secara manual tanpa sistem yang jelas.

Inilah potret nyata yang masih banyak ditemukan di sekolah-sekolah Islam di Indonesia. Bukan karena niat yang kurang, melainkan karena tantangan administrasi yang selama ini luput dari perhatian serius.

Masalah Lama yang Terus Berulang

Problematika paling mendasar yang dihadapi lembaga pendidikan Islam saat ini adalah persoalan mutu. Sekolah-sekolah Islam masih mengalami kendala untuk tampil sebagai sekolah berkualitas, mulai dari sistem penyelenggaraan, penataan kurikulum, lemahnya kompetensi tenaga pengajar, hingga ketersediaan sarana pendidikan. Dampaknya tidak main-main, masyarakat perlahan kehilangan kepercayaan dan memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah negeri favorit atau bahkan sekolah non-Muslim.

Masalah ini bukan baru. Namun selama bertahun-tahun, solusinya baru menyentuh kurikulum dan kualitas guru, sementara sisi administrasi sering kali diabaikan. Padahal, administrasi adalah tulang punggung operasional sebuah sekolah.

Tiga Luka dalam Tubuh Administrasi Sekolah Islam

Setidaknya ada tiga persoalan besar yang menghantui administrasi sekolah Islam hingga hari ini.

Pertama, krisis sumber daya manusia. Banyak kepala sekolah Islam yang belum memahami secara mendalam prinsip-prinsip manajemen pendidikan modern yang berbasis mutu dan teknologi. Tenaga administrasi pun sering kali bukan orang yang berlatar belakang manajemen, melainkan siapa saja yang tersedia dan bersedia. Akibatnya, fungsi-fungsi administratif dikerjakan secara coba-coba, tanpa standar yang jelas.

Kedua, ketinggalan teknologi. Banyak madrasah dan sekolah Islam menghadapi tantangan serius dalam manajemen data akademik, terutama terkait penyimpanan dokumen, distribusi informasi, rekapitulasi nilai, serta koordinasi antar pendidik. Di era ketika sekolah lain sudah menggunakan sistem informasi terintegrasi, sebagian sekolah Islam masih mengandalkan cara-cara konvensional yang memakan waktu dan rawan kesalahan.

Ketiga, lemahnya akuntabilitas. Akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan Islam menekankan pentingnya pertanggungjawaban terhadap segala tindakan dan keputusan yang diambil baik oleh kepala sekolah, guru, maupun staf administrasi kepada Allah SWT, masyarakat, maupun pihak terkait lainnya. Namun dalam praktik, prinsip mulia ini kerap tidak tercermin dalam sistem pengawasan yang nyata dan terukur.

Ada Harapan, Asal Ada Kemauan

Kabar baiknya, perubahan sudah mulai terjadi di sejumlah titik. Penelitian pengabdian masyarakat di Madrasah Al-Ishlahuddiny membuktikan bahwa pelatihan penggunaan Google Workspace for Education mampu meningkatkan kemampuan peserta secara signifikan mulai dari pengarsipan digital, pengolahan nilai otomatis, hingga pengelolaan kelas digital secara terpadu. 

Ini membuktikan satu hal penting: sekolah Islam bukan tidak mampu berubah. Mereka hanya butuh akses, pelatihan, dan dukungan yang tepat.

Sistem administrasi sekolah berbasis digital kini menjadi salah satu solusi yang semakin mendesak untuk diterapkan di lembaga pendidikan Islam. Namun digitalisasi saja tidak cukup. Diperlukan strategi yang komprehensif, meliputi peningkatan kompetensi tenaga administrasi, digitalisasi sistem manajemen sekolah, penguatan kepemimpinan berbasis nilai Islam, serta peningkatan kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat.

Bukan Sekadar Soal Berkas

Persoalan administrasi di sekolah Islam bukan sekadar urusan berkas dan cap stempel. Ini adalah soal bagaimana sebuah lembaga yang mengklaim membawa misi Islam mampu mengelola amanahnya secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Pendidikan Islam sering kali dikritik karena dianggap gagal beradaptasi dengan cepat, stagnan dalam pendekatan, serta kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat kontemporer yang dinamis. Kritik ini pahit, tapi bukan tanpa dasar.

Sudah saatnya sekolah Islam tidak hanya unggul dalam pembinaan rohani, tetapi juga dalam tata kelola yang modern, efisien, dan amanah. Karena sesungguhnya, profesionalisme dalam bekerja pun adalah bagian dari ibadah.(*)


Daftar pustaka

Jurnal Raudhah UIN Sumatera Utara (2017) Dahlan — Sekolah Islam Unggulan: Antara Harapan dan Tantangan https://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/raudhah/article/view/135

El-Idare: Journal of Islamic Education Management (2025) Tantangan dan Solusi Manajemen Pendidikan Islam di Era Modern https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/El-idare/article/download/27140/8396/85230

BUDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat (2026) Mutiah et al. — Pelatihan Pengelolaan Data Akademik Berbasis Google Workspace di Madrasah Al-Ishlahuddiny https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/JAIM/article/view/18679 

JURRAFI: Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat (2025) Kepemimpinan Islami dan Manajemen Pendidikan Lembaga Islam https://prin.or.id/index.php/JURRAFI/article/download/4999/3821/16322 

Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial (2025) Tantangan dan Peluang Pendidikan Islam dalam Konteks Modern https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/download/1931/2089 

http://lentera24.com (2026) Tantangan Administrasi Pendidikan di Sekolah Islam: Analisis Permasalahan dan Strategi Pengembangan Mutu https://www.lentera24.com/2026/04/tantangan-administrasi-pendidikan-di.html