HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ketua PWI: Jangan Jadikan Luka Banjir Ladang Fitnah!

Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan Lentera24.com KARANG BARU – Di saat ribuan warga Aceh Tamiang masih berjuang membersihkan lumpur sisa banjir ...

Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan

Lentera24.com KARANG BARU – Di saat ribuan warga Aceh Tamiang masih berjuang membersihkan lumpur sisa banjir dan menata kembali hidup yang porak-poranda, ruang digital justru dicemari oleh "sampah" informasi. Fenomena maraknya hoaks dan akun anonim yang menyerang secara personal memancing keprihatinan mendalam dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tamiang.

Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan, melontarkan pesan menukik bagi para pengguna media sosial, terutama mereka yang kerap menebar narasi provokatif di tengah situasi krisis.


Mengetuk Nurani di Tengah Musibah

Erwan menegaskan bahwa mengkritik kebijakan adalah hak, namun memfitnah di tengah bencana adalah bentuk krisis empati. Ia mengingatkan bahwa di balik layar ponsel para penyebar hoaks, ada warga yang sedang trauma dan sangat bergantung pada akurasi informasi bantuan.

  • “Saudara-saudara kita sedang berduka, rumah mereka rusak, ekonomi mereka lumpuh. Jangan lagi bebani mental mereka dengan kabar bohong. Ingat, satu ketikan jari yang berisi fitnah bisa menghancurkan kepercayaan publik dan menghambat pemulihan daerah kita sendiri,” ujar Erwan dengan nada getir, Minggu (12/4/2026).


Peringatan Keras: UU ITE Mengintai

Tak hanya menyentuh sisi nurani, Erwan juga mengingatkan bahwa ruang digital bukan zona tanpa hukum. PWI mencermati munculnya akun-akun "hantu" yang sengaja menyudutkan pimpinan daerah tanpa data, yang tujuannya murni untuk memprovokasi.

Penyebaran fitnah dan ujaran kebencian adalah pelanggaran serius UU ITE. PWI mendorong tim siber kepolisian untuk tidak ragu melacak dan menindak dalang di balik akun-akun provokatif tersebut.


"Saring Sebelum Sharing" Sebagai Bentuk Ibadah

Dalam situasi pemulihan pascabencana, informasi yang benar bisa menyelamatkan nyawa, sementara hoaks bisa memicu konflik horizontal. Erwan mengajak masyarakat untuk menjadikan jempol mereka sebagai sarana kebaikan, bukan alat penghancur.

“Mari kita lebih dewasa. Sebelum menekan tombol share, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini fakta? Apakah ini bermanfaat? Ataukah ini justru menyakiti orang lain yang sedang tertimpa musibah?” tuturnya.


Komitmen untuk Aceh Tamiang

PWI Aceh Tamiang menegaskan akan terus berdiri di garda terdepan untuk menghadirkan berita yang menjernihkan suasana (clariying news). Fokus pemerintah saat ini dalam menyalurkan Jaminan Hidup (Jadup) dan rehabilitasi rumah harus dikawal dengan informasi yang sehat agar bantuan tepat sasaran.

“Pulihkan Aceh Tamiang dengan gotong royong, bukan dengan narasi kosong yang memecah belah,” tutup Erwan. []L24.Swj