Ketua MPC Pemuda Pancasila Aceh Tamiang, Edi Syahputra ST Lentera24.com | ACEH TAMIANG — MPC Pemuda Pancasila Aceh Tamiang menegaskan bahwa...
![]() |
| Ketua MPC Pemuda Pancasila Aceh Tamiang, Edi Syahputra ST |
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — MPC Pemuda Pancasila Aceh Tamiang menegaskan bahwa proses pemulihan pascabanjir di Aceh tidak cukup jika hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Diperlukan pendekatan sosial dan ekonomi berbasis masyarakat agar warga terdampak dapat bangkit secara adil, berkelanjutan, dan bermartabat.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Aceh Tamiang, Edi Syahputra ST menyampaikan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab–rekon), bukan sekadar objek penerima bantuan.
“Pemulihan yang sejati adalah ketika masyarakat kembali berdaya, bekerja, dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Tanpa itu, pemulihan hanya bersifat sementara,” tegas Edi Syahputra ST dalam keterangannya kepada Lentera24.com.
Lebih lanjut, Pemuda Pancasila menekankan pentingnya peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja sementara bagi korban bencana, guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan roda ekonomi lokal tetap berjalan selama masa pemulihan.
Menurut Edi Syahputra, pemetaan kapasitas dan keterampilan masyarakat harus menjadi dasar dalam penempatan tenaga kerja, sehingga program pemulihan berjalan secara adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dalam konteks budaya Aceh, pemulihan pascabencana juga harus berpijak pada nilai gotong royong dan kearifan lokal. Pepatah Aceh “Buya krueng teudong dong, buya tamong meuraseuki” (Buaya Sungai Berdiri diri, Buaya Masuk Dapat Razeki) menjadi pengingat bahwa masyarakat setempat tidak boleh menjadi penonton di tanahnya sendiri, melainkan harus terlibat aktif dalam proses pemulihan.
Pemuda Pancasila Aceh Tamiang mendorong penerapan konsep community-based recovery serta program padat karya berbasis gampong, di mana warga dilibatkan sesuai dengan keterampilan masing-masing, mulai dari perbaikan rumah, fasilitas umum, lingkungan, hingga penguatan sektor ekonomi produktif.
Melalui pendekatan ini, pemulihan diharapkan tidak hanya membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga memulihkan martabat, solidaritas sosial, dan kemandirian ekonomi masyarakat Aceh.
Pemuda Pancasila Aceh Tamiang berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial agar proses pemulihan pascabanjir benar-benar berpihak kepada korban dan mampu menghadirkan kebangkitan yang berkelanjutan.[]L24.Swj
