Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Sebanyak 10 Rante tanaman cabai milik Abdul Rozzaq, Warga Dusun Keluarga Kampung Tanjung Seumantoh Kecamata...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Sebanyak 10 Rante tanaman cabai milik Abdul Rozzaq, Warga Dusun Keluarga Kampung Tanjung Seumantoh Kecamatan Karang Baru lenyap di terjang banjir yang memporak porandakan Kabupaten Aceh Tamiang. Kondisi ini menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi petani yang tergabung di Kelompok Tani Tunas Muda.
"Tanaman cabai saya lenyap diterjang banjir, lebih 10 rante usia 25 hari setelah tanam, kalau cerita rugi cukup berat saya rasa, terlebih ada 3 orang petani yang merawat, mereka kehilangan harapan," ujar Razzaq
Ia mengatakan total tanaman cabai yang sudah ditanam mencapai 7.000 batang dan semuanya hilang terbawa banjir dan hanya menyisakan lumpur setinggi 1 meter di lahan ini.
"Tidak hanya tanaman, pupuk, insektisida, fungisida, sprayer elektrik, mesin air, semuanya hanyut terbawa derasnya arus banjir. Kalau ditotal hampir 30 juta lebih modal sudah dikeluarkan, kemana harus mengadu," sebut Razzaq
"Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk petani yang kehilangan mata pencaharian pasca banjir, terlebih sebentar lagi bulan suci ramadhan," tuturnya.[]L24.Sai

