HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Jumlah Populasi Bekantan yang Semakin Mengkhawatirkan

Muhammad Daffa Fawwaaz Anaz, Mahasiswa Semester 2 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Lentera24.com - Pulau Borneo atau Kaliman...

Muhammad Daffa Fawwaaz Anaz, Mahasiswa Semester 2 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga

Lentera24.com - Pulau Borneo atau Kalimantan, menyimpan banyak kekayaan bila diurai. Salah satu kekayaan keanekaragaman hayati. Kalimantan adalah Bekantan atau Nasalis Larvatus. Saat ini populasi Bekantan sudah sangat mengkhawatirkan, diperkirakan hanya 20 ribuan di Pulau Borneo, Sabah, Brunei, dan Serawak.

Jenis ini telah dinyatakan sebagai salah satu jenis dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018) tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. 

Kemudian dalam buku Redlist Data Book of Endangered Species-IUCN (The International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) tahun 2014, Bekantan dikategorikan sebagai spesies  yang terancam punah (endangered species), sedangkan dalam CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dikategorikan ke dalam Appendix I (CITES, 2010) yang berarti satwa jenis ini tidak boleh diperdagangkan baik secara nasional maupun internasional.

Penelitian populasi bekantan dilakukan di kawasan ekosistem Riparian Rawa Gelam, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada bulan Februari-Maret 2014. 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi populasi dan struktur kelompok bekantan yang hidup di luar kawasan hutan. Kawasan Ekosistem Rawa Gelam merupakan lahan budidaya yang terletak di kanan-kiri Sungai Puting. Vegetasi Rawa Gelam yang tersisa hanya selebar maksimal 200 meter dan di belakangnya terdapat persawahan dan kebun kelapa sawit. Penghitungan populasi bekantan dilakukan dengan metode Total Count Sampling. 

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui populasi Bekantan di Rawa Gelam sebanyak sembilan kelompok bekantan, dengan jumlah 192 individu. Kepadatan populasi Bekantan di kawasan ekosistem Rawa Gelam adalah 28,34 individu/km2 dengan kepadatan kelompok 1,34 kelompok/km2. 

Selain Bekantan, kawasan Rawa Gelam juga dihuni oleh dua jenis primata lainnya, yaitu Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) dan Lutung Hitam (Trachyphitecus Auratus). Tercatat ada lima kelompok Lutung Hitam dengan jumlah 47 individu dan tujuh kelompok monyet ekor panjang dengan jumlah 76 individu.

Ancaman utama kelestarian Bekantan adalah kerusakan habitat dan perburuan ilegal. Alih fungsi hutan dan ilegal loging serta kebakaran hutan juga memberikan pengaruh terhadap penurunan populasi  Bekantan di Kalimantan.

Oleh karena itu, untuk menyelamatkan bekantan dari kepunahan lokal perlu dilakukan restorasi habitat dengan menerapkan pola agroforestri dan pengembangan ekowisata terpadu. Dan juga diperlukan peraturan-peraturan yang jelas serta tindakan tegas dari pemerintah bagi pelaku pemburuan ilegal maupun perusakan hutan. 

Dengan kesadaran yang tinggi, diharapkan masyarakat sendiri juga senantiasa menjaga kelestarian hutan yang merupakan habitat asli dari hewan-hewan yang hidup di dalamnya.***