HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Dinas PU Aceh Tamiang Qurban Empat Ekor Lembu

Ilustrasi | Google Hari Raya Idul Adha dinilai sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual ke...

Ilustrasi | Google
Hari Raya Idul Adha dinilai sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang yang bekerjasama dengan LSM FRAT (Forum Rakyat Aceh Tamiang) merayakan Idul Adha dengan berkurban empat ekor lembu, yang langsung disembelih dipekarangan halaman kantor tersebut (7/11).

Pengurus LSM FRAT, Wak Leng menyatakan, lembu tersebut langsung disembelih dan dibagikan kepada insan pers yang bertugas di Bumi Muda Sedia dan warga yang membutuhkan. "Kami ingin berbagi dengan masyarakat. Ini juga sebagai rasa syukur kami kepada Tuhan," katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Drs. M. Nurdin Hamid, M.Sc mengatakan Idul Adha memiliki dua makna utama yaitu kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Makna yang terkandung pada perayaan hari kurban ini menurutnya memiliki banyak aspek yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga bisa tercipta bangsa dan Negara yang bukan hanya bertakwa pada sang khalik, namun menjadi bangsa yang memiliki kepekaan sosial serta menjadi bangsa yang besar.

“Pengorbanan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra semata wayangnya yang sangat dicintainya, Ismail atas wahyu yang disampaikan oleh Allah, yang kemudian oleh Allah SWT digantikan dengan hewan kurban harus bisa diteladani oleh bangsa ini dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar M. Nurdin Hamid disela-sela pemotongan hewan kurban Idul Adha, di Halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Karang Baru, Aceh Tamiang, Senin (7/11).

"Peristiwa kurban yang dilakukan oleh Ibrahim bisa dimaknai juga sebagai pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang hamba Allah pada sang pencipta," jelasnya. (Rico. F).