Komisi X DPR RI-Fraksi PPP : Destinasi Wisata Aceh Tamiang Sangat Berpeluang untuk Dikembangkan

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis nasional sebagai penyumbang devisa, instrumen pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, pembangunan kepariwisataan harus menggunakan pendekatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.


Hal itu dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi PPP, Drs. H. Anwar Idris kepada Lentera24.com disela - sela kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Pariwisata Aceh Tamiang di Aula Grand Arya Hotel Karang Baru-Aceh Tamiang, Selasa, 24 April 2018.

Menurutnya, Program pembangunan pariwisata fokus pada program empat pilar pengembangan kepariwisataan yaitu : Destinasi Wisata, Pengembangan Industri Pariwisata, Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Pengembangan Kelembagaan Pariwisata (UU Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan).


“Kepariwisataan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual setiap wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan. Hal itu pun untuk meningkatkan pendapatan negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat”, kata Anwar Idris.


Anwar menambahkan, berdasarkan penjelasan pasal 7 huruf  D UU No. 10 tentang Kepariwisataan secara tegas dan eksplisit menjelaskan bahwa pembangunan kepariwisataan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, namun harus melibatkan berbagai pihak, khususnya pihak swasta dan masyarakat.


“Kerjasama dengan berbagai pihak tersebut tentu sangat penting untuk meningkatkan promosi pariwisata di Aceh Tamiang ini”, imbuh politisi PPP ini.


Di sisi lain, Anwar menjelaskan keuntungan lain yaitu pengembangan Pariwisata merupakan jalan bagi pemerintah dalam mengetaskan kemiskinan. Hal ini dikarenakan pariwisata memiliki karakteristik.


"Memberikan peluang bagi penduduk lokal memasarkan berbagai komiditi dan pelayanan dari konsumen yang datang, membuka peluang bagi upaya mendiverifikasikan ekonomi lokal yang dapat menyentuh kawasan marginal, membuka peluang bagi usaha - usaha ekonomi padat karya yang berskala kecil dan menengah", ungkapnya.

Untuk itu, sambungnya terkait itu semua diperlukan komitmen kerjasama antara pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan pemerintah pusat dalam mengembangkan potensi wisata daerah. "Kabupaten Aceh Tamiang tergolong daerah yang subur dan menjadi pusat industri dan ekonomi dari perbatasan Aceh Sumut dan pengembangan Pariwisata Aceh Tamiang merupakan sektor yang sangat menjanjikan", jelasnya.


Menurutnya, Aceh Tamiang yang tergolong kaya dan sangat menjanjikan tersebut memiliki Detinasi Wisata Kuala Paret, Detinasi hutan dengan aliran sungai dengan bebatuan cadas, Pantai Kuala Ketapang, Pemandian air panas Kaloy, Sungai Gunung Pandan dan Air Terjun 7 Tingkat dan Wisata sejarah Istana Karang, Istana Benua Raja.


"wisata sejarah dan budaya saat ini perlu mmenjadi perioritas pembangunan dari pemerintah pusat maupun daerah karena merupakan ikon kebanggan daerah dan menjadi daya tarik wisata", jelasnya. [] L24-005
Diberdayakan oleh Blogger.