HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Yayasan Geutanyoe Fasilitasi Penyusunan Peta Kerawanan Bencana di 4 Gampong Rawan Bencana Aceh Timur

Lentera24.com | ACEH TIMUR — Langkah nyata menuju ketangguhan bencana berbasis warga terus diupayakan di Kabupaten Aceh Timur. Melalui kola...


Lentera24.com | ACEH TIMUR — Langkah nyata menuju ketangguhan bencana berbasis warga terus diupayakan di Kabupaten Aceh Timur. Melalui kolaborasi antara Yayasan Geutanyoe, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, dan PT Medco E&P Malaka, warga di empat gampong rawan bencana kini diajak bersama-sama menyusun Peta Kerawanan Bencana untuk merespons ancaman banjir yang kerap melanda wilayah setempat.

Empat wilayah yang menjadi fokus pemetaan partisipatif ini meliputi Desa Bandar Baru, Desa Blang Nisam, dan Desa Jambo Leubouk di Kecamatan Indra Makmu, serta Desa Alue Siwah Serdang di Kecamatan Nurussalam.

Proses pemetaan dirancang interaktif dan inklusif dengan melibatkan jajaran aparat gampong, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, hingga warga lokal secara langsung. Mereka mendokumentasikan sendiri ruang hidupnya—menandai titik-titik paling rentan, merajut jalur evakuasi yang aman, menentukan tempat pengungsian sementara, hingga mencatat hunian warga rentan dan aset vital gampong.

Perwakilan Yayasan Geutanyoe, Iswantara Adi Nugraha, menyampaikan bahwa penyusunan peta ini menjadi fondasi awal yang krusial dalam memperkuat mitigasi bencana di tingkat lokal.

"Peta ini bukan sekadar lembaran gambar, melainkan rekaman pengetahuan dan pengalaman warga yang kita dokumentasikan secara sistematis. Saat bencana melanda, warga tak lagi bingung—mereka sudah paham kemana harus melangkah, jalur mana yang aman, dan siapa yang wajib diprioritaskan," jelas Iswantara.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Kepala Desa Jambo Leubouk, Irwansyah, mengungkapkan rasa lega atas hadirnya program yang sangat mendesak ini di wilayahnya.

"Desa kami hampir saban tahun dilanda banjir. Selama ini, begitu air naik, yang ada hanya rasa panik. Sekarang, lewat peta kerawanan ini, kami punya panduan yang jelas. Kami tahu ke mana harus mengungsi dan rumah mana yang butuh pertolongan pertama. Terima kasih kepada Yayasan Geutanyoe, BPBD, dan PT Medco atas kepeduliannya," ungkap Irwansyah.

Irwansyah menambahkan, besar harapan masyarakat agar langkah awal ini berlanjut pada penguatan kapasitas berikutnya, mulai dari simulasi evakuasi mandiri, pembentukan Tim Siaga Bencana Gampong, hingga pemenuhan sarana-prasarana pendukung di desa.

Sinergi tiga pihak—lembaga swadaya masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta—ini diharapkan mampu melahirkan percontohan ideal dalam manajemen risiko bencana yang partisipatif, tanggap, dan mengutamakan keselamatan warga di Aceh Timur. []L24.Sai