Lentera24.com | ACEH TIMUR – Mengantisipasi ancaman banjir saat musim penghujan, Pemerintah Kecamatan Julok bersama aparatur gampong berger...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Mengantisipasi ancaman banjir saat musim penghujan, Pemerintah Kecamatan Julok bersama aparatur gampong bergerak melakukan pembersihan saluran drainase atau parit jalan yang selama bertahun-tahun mengalami penyumbatan.
Pembersihan dilakukan di sepanjang parit jalan mulai dari belakang Pajak Keude Kuta Binjei hingga tembus ke Gampong Blang Paoh Dua, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (4/11/2026).
Camat Julok, H. Muhammad, S.Pd.I., M.A., bersama Sekretaris Kecamatan Zamzami, S.E., didampingi Keuchik Gampong Blang Paoh Dua, Ilyas, turun langsung memantau dan mengawasi proses pembersihan yang menggunakan alat berat jenis excavator (beko).
Untuk mempercepat pekerjaan, tiga unit dump truck dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Aceh Timur turut dikerahkan guna mengangkut tumpukan sampah dan material lumpur yang selama ini menyumbat aliran air.
Camat Julok, H. Muhammad, mengatakan pembersihan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengantisipasi genangan dan banjir, terutama ketika curah hujan tinggi.
Menurutnya, saluran air yang telah lama tersumbat menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat kelancaran aliran air dan memicu terjadinya banjir di kawasan permukiman maupun jalan warga.
"Setelah dilakukan pembersihan, kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah ke parit atau saluran air. Sampah yang menumpuk dapat menyebabkan penyumbatan dan berpotensi menimbulkan banjir saat hujan deras," tegas H. Muhammad, putra Idi Cut tersebut.
Ia menambahkan, sesuai instruksi Bupati Aceh Timur, upaya pencegahan banjir tidak cukup hanya melalui pembersihan saluran air, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
Karena itu, pihak kecamatan mengimbau warga agar tidak menutup atau mempersempit parit jalan maupun saluran drainase di lingkungan gampong, sebab tindakan tersebut dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.
"Kami mengajak masyarakat untuk membangun kepedulian bersama. Jika melihat sampah seperti botol plastik di dalam parit, segera ambil dan buang ke tempat sampah. Kami juga berharap pemerintah gampong dapat menghidupkan kembali budaya gotong royong dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Terkait pengelolaan sampah rumah tangga, Camat Julok mengingatkan warga agar tidak membuangnya ke saluran air. Sampah hendaknya dikumpulkan di dalam tong sampah atau ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau petugas kebersihan untuk diangkut.
Ia berharap, melalui sinergi pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, dinas terkait, dan masyarakat, kebersihan lingkungan serta kelancaran saluran air dapat terus terjaga sehingga ancaman banjir di wilayah Kecamatan Julok dapat diminimalisir.
"Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga parit dan saluran air agar tetap bersih demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat," pungkasnya. [] L24.Zal
