Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Langkah nyata mewujudkan kesiapsiagaan bencana yang inklusif terus diperkuat di Kabupaten Aceh Tamiang. Mel...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Langkah nyata mewujudkan kesiapsiagaan bencana yang inklusif terus diperkuat di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui kolaborasi strategis, Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina EP Rantau Field bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang menggandeng Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang untuk membekali kelompok penyandang disabilitas dalam mitigasi bencana.
Sinergi ini diwujudkan melalui penguatan kapasitas Satuan Tugas Difabel Siaga Tanggap Bencana dan Berdaya (Satgas DIGDAYA). Sebanyak 21 anggota difabel di Aceh Tamiang diproyeksikan untuk memiliki kemampuan komunikasi radio berstandar amatir radio sekaligus bergabung menjadi bagian dari keluarga besar ORARI Lokal Aceh Tamiang.
Dalam pertemuan koordinasi tersebut berlangsung di GK Cafe Kuala Simpang Senin 21 Oktober 2026, dimana pihak CSR Pertamina EP Rantau Field yang diwakili oleh Yosia Cesio dan Intan Lukfia berkomunikasi langsung dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Tamiang, Juli Darmabakti (YD6AZC), serta pengurus ORARI Lokal Aceh Tamiang yang diwakili oleh Nanang Suryono (YD6AAS).
Komunikasi Radio Sebagai Ujung Tombak Resiliensi Bencana
Dalam kesempatan tersebut, Nanang Suryono (YD6AAS) memberikan pembekalan dan pencerahan teknis mengenai pentingnya peran komunikasi radio amatir saat situasi darurat bencana. Komunikasi VHF/UHF maupun pemanfaatan frekuensi radio menjadi sarana vital yang mandiri dan andal, terutama ketika jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan (blank spot atau blackout).
Yosia Cesio menyampaikan bahwa melalui Program CSR Satgas DIGDAYA, Pertamina EP Rantau Field berkomitmen penuh untuk mendukung penyediaan perangkat radio komunikasi bagi seluruh anggota Satgas DIGDAYA.
"Kami berharap Pengurus ORARI Lokal Aceh Tamiang dapat membimbing, mendampingi, dan merangkul teman-teman difabel agar mereka tidak hanya menjadi kelompok rentan, tetapi mampu berdiri tangguh dan berjaya sebagai garda terdepan komunikasi kebencanaan," ujar Yosia.
Pelatihan dan Integrasi Keanggotaan ORARI
Sebagai langkah awal, sebelum diterjunkan dalam jaringan komunikasi kebencanaan, 21 anggota Satgas DIGDAYA akan mengikuti pelatihan intensif mengenai tata cara penggunaan perangkat radio, etika berkomunikasi (operating procedure), serta aturan frekuensi. Pelatihan ini disiapkan sebagai tolok ukur bagi para anggota untuk dapat bergabung secara resmi ke dalam keanggotaan ORARI Lokal Aceh Tamiang.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Tamiang, Juli Darmabakti (YD6AZC). Menurutnya, integrasi antara BPBD, ORARI, CSR Pertamina, dan komunitas difabel merupakan bentuk kolaborasi pentaheliks yang sangat mengedukasi masyarakat luas.
Melalui sinergi ini, ORARI Lokal Aceh Tamiang kembali membuktikan perannya bukan sekadar tempat berkumpulnya para peminat radio amatir, melainkan wadah pengabdian masyarakat yang siap memancar (on air) dan hadir nyata (on field) demi kemanusiaan.[]L24.SWJ
