Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Di tengah teriknya matahari Kampung Tanah Terban, peluh yang menetes seolah tak dirasakan oleh puluhan wajah...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Di tengah teriknya matahari Kampung Tanah Terban, peluh yang menetes seolah tak dirasakan oleh puluhan wajah yang penuh antusias. Minggu (4/10/2026) itu, atmosfer kebersamaan begitu terasa nyata. Calon anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang tampak bahu-membahu dalam sebuah aksi gotong royong yang sarat akan jiwa korsa.
Dengan penuh semangat, mereka bergotong royong menurunkan dua unit antena repeater tipe F23H dan tiga unit antena V2R milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang. Perangkat vital ini merupakan wujud sinergi erat melalui sistem pinjam pakai, demi memperkuat jangkauan komunikasi radio di Bumi Muda Sedia sekaligus mendukung program early warning system (sistem peringatan dini) kebencanaan.
"Bukti nyata bahwa kami serius ingin segera dapat menggunakan frekuensi ORARI dan mengudara bersama," ucap Nanang Surono penuh binar antusias, didampingi rekan-rekan pengurus seperti Saiful Alam dan Tanrizal.
Menuju Titik Strategis: Merajut Mimpi di Tangki Raksasa Pertamina
Bagi para calon anggota, perangkat besi dan kabel tersebut bukan sekadar benda mati. Ia adalah simbol dari impian panjang yang sebentar lagi menjadi nyata—sebuah tiket resmi untuk bisa menyapa dunia lewat udara.
Tanpa membuang waktu, perangkat yang berhasil diturunkan dalam aksi gotong royong tersebut langsung dibawa hari itu juga menuju lokasi paling strategis: kawasan Tangki Raksasa milik PT Pertamina di Kampung Kebun Pertamina, Kecamatan Rantau. Pemilihan lokasi dengan elevasi tinggi ini diyakini menjadi kunci emas agar pancaran sinyal bisa melesat optimal, menjangkau seluruh pelosok Aceh Tamiang dan sekitarnya.
“Antena tersebut hari ini juga langsung kita bawa ke Tangki Raksasa Pertamina untuk segera dipasang,” tegas Nanang, mencerminkan gerak cepat dan komitmen kuat para pengurus serta anggota.
Pukul Rata Batas Teori, Pacu Nyali Jelang UNAR
Langkah taktis ini diambil bukan tanpa alasan. Bayang-bayang Ujian Nasional Amatir Radio (UNAR) yang sudah di ambang pintu menjadi pemantik utama. Bagi mereka, persiapan matang harus diimbangi dengan sarana praktikum yang andal.
Dengan beroperasinya fasilitas repeater ini nanti, proses belajar tidak lagi berhenti di atas lembaran kertas teori. Para calon anggota dapat langsung menyelami atmosfer komunikasi udara yang tertib, disiplin, dan beretika sesuai standar amatir radio yang sesungguhnya.
“Mengingat UNAR sudah sangat dekat, fasilitas ini harus segera dapat berfungsi. Harapannya, seluruh anggota dan calon anggota semakin bersemangat mempersiapkan diri menyambut kehadiran stasiun lokal kita di udara,” pungkas Nanang penuh optimisme.
Aksi gotong royong hari ini meninggalkan cerita indah. Lebih dari sekadar urusan teknis pemasangan antena, kegiatan ini merawat erat rasa kekeluargaan di tubuh ORARI Lokal Aceh Tamiang—siap mengudara, menyatukan gelombang, dan mendedikasikan diri untuk masyarakat luas.[]L24.SWJ


