Lentera24.com | BANDA ACEH — Suasana di Gedung PWI Aceh pada Senin (19/10/2026) terasa berbeda dan penuh energi hangat. Bukan sekadar ur...
Lentera24.com | BANDA ACEH — Suasana di Gedung PWI Aceh pada Senin (19/10/2026) terasa berbeda dan penuh energi hangat. Bukan sekadar urusan administrasi biasa, momentum penyerahan berkas pendaftaran bakal calon (balon) pengurus PWI Aceh periode 2026–2031 menjadi ajang reuni sekaligus pembuktian solidnya persaudaraan para insan pers di Serambi Mekkah.
Di antara derap langkah para jurnalis yang hadir, sosok Tarmilin Usman, SE, M.Si, melangkah mantap. Mantan Ketua PWI Aceh dua periode (2010–2020) yang kini menjabat sebagai Redaktur Senior beritamerdeka.net (Dirut PT Berita Merdeka Multimedia) ini resmi menyerahkan persyaratan sebagai Balon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh.
Langkah Tarmilin bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan wujud nyata dari amanah dan kepercayaan besar yang ditaruh di pundaknya. Tak tanggung-tanggung, aspirasi dan dorongan hangat mengalir deras dari 18 Kabupaten/Kota di seluruh Aceh yang menginginkan sosok senior berintegritas untuk mengawal etika profesi wartawan.
"Saya maju sebagai Calon Ketua DKP atas desakan para anggota PWI dari seluruh Aceh. Saya menyahuti dan menghormati aspirasi sahabat-sahabat semua," ujar Tarmilin dengan senyum hangat usai menyerahkan berkas.
Kolaborasi Dua Generasi dan Pesan Sejuk Demokrasi
Penyerahan berkas Tarmilin Usman berlangsung berdampingan dengan penyerahan berkas Balon Ketua PWI Aceh periode 2026–2031, Sayuti Achmad. Ketua PWI Kota Lhokseumawe tersebut juga hadir membawa gelombang dukungan kuat dari belasan kabupaten/kota.
Prosesi diawali dengan sesi diskusi dan pengarahan yang komunikatif bersama Tim Steering Committee (SC), yang diwakili oleh Azwani/Popon (Ketua SC), Iranda Novandi (Sekretaris), Imran Joni (Pokja Verifikasi), dan Azhari Usman (Pokja Quorum). Berkas kedua bakal calon kemudian diterima secara resmi oleh Pokja Verifikasi, Imran Joni.
Dalam suasana yang guyub tersebut, Tarmilin menyelipkan pesan edukatif yang menyentuh tentang pentingnya menjaga "rumah bersama" insan pers agar tetap sejuk dan harmonis selama kontestasi Konferensi Provinsi (Konferprov).
"PWI ini kan rumah kita bersama. Jangan sampai karena panitia tidak netral, PWI justru menjadi terpecah. Netralitas dan integritas adalah kunci agar rumah ini tetap nyaman bagi kita semua," tegas Tarmilin penuh ketulusan.
Semangat optimisme juga dipancarkan oleh Sayuti Achmad. "Kami datang untuk menang," serunya mantap, yang disambut tepuk tangan riuh dan semangat dari para pendukung yang hadir.
Edukasi Organisasi: Menjaga Etika dan Netralitas
Proses demokrasi di tubuh PWI Aceh ini menjadi pelajaran berharga bagi publik, khususnya komunitas jurnalis. Sebuah organisasi profesi hanya akan kuat jika dibangun di atas asas keadilan, transparansi, dan integritas pengurusnya.
Menjawab harapan tersebut, Ketua SC, Popon, menegaskan komitmen panitia untuk berdiri di atas semua golongan dan menjaga independensi penuh selama proses pemilihan berlangsung.
"Panitia SC sampai hari ini tidak boleh memberikan dukungan tertulis kepada salah satu calon. Jika kedapatan melanggar, sanksinya tegas: langsung dipecat dari keanggotaan SC," ujar Popon menegaskan aturan main organisasi.
Dukungan kuat dari 18 Kabupaten/Kota untuk Tarmilin Usman serta dinamika positif antara para calon dan panitia menjadi bukti bahwa demokrasi di tubuh wartawan Aceh tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga merawat etika, martabat, dan persatuan profesi.[]L24.SWJ
