Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Ada senyum hangat yang tersirat di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (8/10/...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG - Ada senyum hangat yang tersirat di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (8/10/26). Di hadapan para Datok Penghulu dan Bunda PAUD Kampung se-Kecamatan Karang Baru, Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tamiang, Yuyun Armia, berbicara dari hati tentang sebuah fondasi masa depan.
Bagi Yuyun, usia dini bukan sekadar angka atau masa lewat begitu saja. Ini adalah lembar kertas putih paling krusial tempat karakter, kecerdasan, dan masa depan anak-anak Aceh Tamiang mulai dilukis.
Itulah mengapa ia begitu bersemangat mengusung dan mengawal program Wajib Belajar 13 Tahun yang dicanangkan pemerintah. Program ini menuntut penguatan layanan pendidikan pra-sekolah—satu tahun penuh sebelum anak menginjakkan kaki di pendidikan dasar—sebagai batu loncatan utama melahirkan generasi yang unggul.
Penggerak di Akar Rumput: Yuyun menegaskan bahwa kehadiran Bunda PAUD di tingkat kampung memiliki peran yang sangat strategis. Mereka adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat.
Kolaborasi Tanpa Batas: Melalui sinergi erat bersama para Datok Penghulu, ia ingin memastikan tidak ada satu pun anak di pelosok desa yang tertinggal dari akses pendidikan usia dini yang layak.
Aksi Nyata Desa: Para perangkat desa didorong untuk lebih peka, mulai dari membantu penyediaan sarana prasarana yang memadai hingga mendata anak-anak usia dini secara teliti di kampung masing-masing.
Semangat senada turut digaungkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Syamsul Rizal. Menurutnya, kerja sama yang padu antara Bunda PAUD, aparatur kampung, dan seluruh pemangku kepentingan adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Tujuannya satu: memastikan kualitas pendidikan anak usia dini terus meningkat demi menyukseskan Wajib Belajar 13 Tahun secara berkelanjutan.
"Melalui sosialisasi dan kolaborasi aktif dengan Datok Penghulu, kita ingin memastikan seluruh anak di tingkat desa mendapatkan akses layanan pendidikan usia dini yang memadai," tutur Yuyun penuh optimisme.
Dari langkah kecil di tingkat kampung inilah, asa besar Aceh Tamiang dirajut—menghantar setiap anak menuju masa depan yang jauh lebih cerah.[]L24.Sai
