HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Kolaborasi Satgas PRR, KKP, dan Pemko Langsa Pulihkan 300 Hektare Tambak Masyarakat Pascabencana

Lentera24.com | KOTA LANGSA - Upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di Kota Langsa terus menunjukkan progres yang signi...


Lentera24.com | KOTA LANGSA - Upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di Kota Langsa terus menunjukkan progres yang signifikan. Melalui sinergi erat antara Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Pemerintah Kota Langsa, roda perekonomian warga kembali digerakkan secara nyata.

Pada Rabu (7/10/2026), langkah strategis tersebut diwujudkan lewat penebaran benih udang vaname di Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kecamatan Langsa Barat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Satgas PRR Pusat, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, S.H., M.H., bersama Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., yang secara simbolis menyerahkan bantuan benih dan coolbox kepada masyarakat.

Intervensi di Gampong Sungai Pauh Pusaka ini merupakan bagian dari tahap kedua pemulihan tambak seluas 245 hektare, menyusul tahap pertama yang telah mencakup 55 hektare sebelumnya. Secara keseluruhan, program ini telah mendistribusikan sekitar 10 juta benih udang untuk mencakup 300 hektare tambak milik masyarakat, lengkap dengan pakannya.


Bagi Brigjen Guslin, pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata untuk bertahan hidup. Lebih dari itu, intervensi ini diarahkan agar masyarakat dapat kembali produktif dan mandiri.

"Kita tidak ingin masyarakat hanya menerima bantuan untuk bertahan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat kembali berproduksi, kembali memiliki penghasilan, dan secara bertahap membangun kembali kehidupannya melalui usaha yang mereka kuasai," ungkap Guslin. Ia menegaskan bahwa luas 300 hektare yang diintervensi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ruang hidup dan ruang ekonomi rakyat yang kembali dihidupkan.

Komitmen pemerintah pusat dalam memulihkan wilayah terdampak bencana juga dipastikan akan terus berlanjut hingga 2028 mendatang. "Yang bisa saya pastikan dari pusat, telah dianggarkan Rp101 triliun untuk seluruh provinsi yang terkena dampak bencana sampai 2028, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Khusus di Aceh, termasuk Kota Langsa, program pemerintah pusat akan terus kita jalankan," terangnya.

Guslin turut memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Kota Langsa yang dinilai sangat progresif berkat kerja sama apik antarpemangku kepentingan serta komunikasi yang harmonis dengan pusat. Berdasarkan 13 indikator pemulihan nasional, Kota Langsa tercatat sebagai wilayah dengan indikator paling hijau. Dari hasil peninjauan langsung di lapangan, progres rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai sektor bahkan telah melampaui angka 60 persen, meski beberapa titik seperti kawasan Krueng Langsa masih memerlukan penanganan lanjutan dari pihak provinsi.

Selain sektor budidaya tambak, perhatian juga diberikan kepada para pelaku pengolahan hasil perikanan. Dalam kesempatan yang sama, diserahkan pula 45 paket coolbox kepada 10 Unit Pengolah Ikan (UPI) di Kota Langsa guna menjaga mutu produk perikanan sekaligus memperkuat rantai pasok usaha warga.

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada Satgas PRR dan KKP atas dukungan masif yang diberikan bagi daerahnya.

"Alhamdulillah, sampai dengan hari ini Satgas PRR sangat banyak membantu Kota Langsa pascabencana. Khususnya hari ini kita membagikan bibit udang kepada kelompok masyarakat dengan jumlah luasan mencapai 300 hektare," tutur Jeffry.

Menurutnya, penyaluran coolbox juga menjadi angin segar bagi para perajin dan pelaku usaha pengolahan ikan untuk kembali bergairah menjalankan usahanya. Ia berharap kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah ini dapat terus terjalin kuat, sehingga kesejahteraan dan pendapatan masyarakat Langsa bisa segera pulih dan meningkat.

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja dan penyerahan bantuan tersebut kemudian ditutup dengan bertolak ke Gampong Timbang Langsa untuk meninjau titik pemulihan lainnya.[]L24.Anto