Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Udara hangat di Cafe J2R, Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (3/10/2026), seolah menjadi saks...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Udara hangat di Cafe J2R, Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (3/10/2026), seolah menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan kemanusiaan yang sarat kekeluargaan. Puluhan calon anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang tampak antusias duduk dalam rapat perdana yang penuh kehangatan.
Di balik lancarnya denyut pertemuan tersebut, ada arah dan panduan jelas yang diberikan langsung oleh sang pemegang mandat, Ichsan. Kehadirannya tidak hanya memimpin jalannya rapat secara bijak, tetapi juga merangkul seluruh aspirasi calon anggota dengan penuh ketulusan, memastikan setiap langkah pembentukan organisasi ini berjalan di atas koridor yang tepat, santun, dan terbuka.
Sinergi Erat Pemegang Mandat dan Tiga Serangkai
Langkah besar Ikhsan dalam menakhodai persiapan ini semakin kuat berkat solidnya kerja sama tim work "tiga serangkai"—Saiful Alam, Nanang Surono, dan Syawaluddin. Bersama sang pemegang mandat, ketiganya bahu-membahu merajut asa dan menciptakan suasana dialog yang dinamis dan mengalir apa adanya.
Setiap gagasan ditampung dengan seksama, menjadikan forum tersebut sebagai ruang bersama yang hangat bagi siapa saja—termasuk para Datok Penghulu dan masyarakat luas—yang terpanggil untuk mengabdi melalui gelombang radio demi keselamatan gampong dan daerah.
Motor Penggerak di Balik Layar
Sebuah gerak langkah yang besar tentu memerlukan fondasi administratif dan teknis yang kokoh. Di sinilah peran penting para pilar organisasi yang bekerja dengan penuh dedikasi. Administrasi dan teknis kegiatan dikawal langsung oleh para admin yang ulet: Shadafi Wirajaya, Andri Septarianja, dan Reki Ilham, yang memastikan seluruh pendataan, perangkat, hingga kesiapan sistem berjalan tanpa hambatan.
Tak kalah penting, urusan denyut logistik dan pembiayaan digerakkan secara transparan berkat ketokohan Abd Karim. Dengan mengusung prinsip gotong royong murni—tanpa beban nominal yang mengikat—seluruh pembiayaan disepakati berjalan atas dasar keikhlasan dan kesediaan bersama, mencerminkan semangat kekeluargaan yang kental di Bumi Muda Sedia.
Menyongsong UNAR 17 Oktober 2026 demi Kesiapsiagaan Bencana
Dalam rapat tersebut, fokus utama langsung diarahkan pada agenda krusial: Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) yang dijadwalkan pada 17 Oktober 2026 mendatang. Menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Karang Baru, tim persiapan memastikan seluruh calon anggota mendapatkan pendampingan optimal.
Lebih dari sekadar hobi berkomunikasi, kehadiran ORARI Lokal Aceh Tamiang di bawah kepemimpinan mandat Ikhsan diproyeksikan menjadi benteng strategis dalam mitigasi kebencanaan. Mengingat wilayah Aceh Tamiang yang kerap diuji tantangan alam, pengoperasian repeater (pemancar ulang), pos pemantauan, hingga konsep Early Warning System (EWS) berbasis radio mulai dimatangkan untuk berkoordinasi langsung dengan BPBD setempat.
Melalui keteladanan pemegang mandat Ikhsan, kerja sama tim yang solid dari tiga serangkai Saiful Alam, Nanang Surono, Syawaluddin, serta ketelitian para admin Wirajaya, Andri, Reki, dan dukungan Abd Karim, ORARI Lokal Aceh Tamiang kini siap mengudara. Bukan hanya untuk merajut silaturahmi antarwarga, tetapi juga untuk merawat keselamatan sesama dari udara Aceh Tamiang. []L24.SWJ


