HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Medco E&P Malaka dan BPMA Dorong UMKM Aceh Timur Naik Kelas, Produk Lokal Tembus Berbagai Event

Lentera24.com | ACEH TIMUR — Kehadiran industri hulu minyak dan gas bumi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi energi, tetapi jug...

Lentera24.com | ACEH TIMUR — Kehadiran industri hulu minyak dan gas bumi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi energi, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Di Kabupaten Aceh Timur, pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu upaya untuk mendorong tumbuhnya usaha produktif, meningkatkan keterampilan pelaku usaha, serta memperluas pemasaran produk lokal. Kamis, 29/10/2026.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Medco E&P Malaka, bersama pengawasan dan peran Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), turut mendukung pengembangan kelompok UMKM di Aceh Timur.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas produksi, mengembangkan inovasi, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Dari Potensi Lokal Menjadi Produk Unggulan

Salah satu kelompok usaha yang mendapat pembinaan adalah Kelompok Rosela dari Desa Alue Ie Itam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Kelompok ini mengembangkan produk olahan jahe berupa serbuk jahe dengan merek Hebrink.

Produk tersebut pernah tampil dalam ajang Leuser Festival 2022 di lingkungan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan produk UMKM Aceh Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

Kehadiran produk lokal dalam berbagai kegiatan promosi menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk membangun pengenalan merek, memperluas jaringan pemasaran, serta memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas produknya.

Ketua Kelompok Rosela, Rosmaidah, berharap dukungan terhadap UMKM binaan dapat terus berlanjut agar produk-produk yang dihasilkan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami memohon dukungan dari semua pihak agar produk-produk kelompok kami yang selama ini dibina Medco dapat terus berkembang dan tampil di berbagai event,” ungkap Rosmaidah.

Pembinaan Membantu Pengembangan Usaha Madu Linot dan Jamur Tiram

Kisah pengembangan UMKM lainnya datang dari Muhammad Nur warga Desa Teupin Raya, Julok, pelaku usaha madu linot yang juga mengembangkan budidaya jamur tiram melalui usaha Jamur Tiram Putra Syuhada.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, usaha madu linot miliknya mengalami peningkatan hasil produksi hingga 20 kali lipat setelah mendapatkan dukungan pembinaan. Selain itu, ia mengembangkan budidaya jamur tiram hingga mencapai 2.000 baglog atau media tanam jamur.

Muhammad Nur menyebutkan bahwa dukungan berupa rumah produksi dan pendampingan pengetahuan turut membantu mengatasi kendala yang sebelumnya dihadapi dalam menjalankan usaha.

“Bantuan rumah produksi dan pendampingan ilmu dari Medco berhasil mengatasi kendala produksi,” kata Muhammad Nur.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan lebih dari sekadar modal usaha. Sarana produksi, pengetahuan teknis, pendampingan, inovasi, dan akses pasar juga menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan usaha.

Meski demikian, setiap pelaku UMKM memiliki tantangan berbeda sehingga program pembinaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing kelompok.

CSR Harus Berkelanjutan dan Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Keberadaan berbagai UMKM binaan PT Medco E&P Malaka memperlihatkan potensi ekonomi lokal yang dapat terus dikembangkan. Namun, keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup hanya diukur dari jumlah kelompok yang menerima pembinaan atau keikutsertaan produk dalam sebuah pameran.

Dampak jangka panjang juga perlu dilihat dari peningkatan kualitas produk, pertumbuhan omzet, perluasan jaringan pemasaran, penyerapan tenaga kerja, serta kemampuan pelaku usaha untuk menjalankan bisnis secara mandiri.

Karena itu, pemetaan dan asesmen potensi ekonomi masyarakat menjadi langkah penting untuk menentukan bentuk pendampingan yang tepat. Pelaku usaha yang masih menghadapi kendala produksi, misalnya, membutuhkan pendekatan berbeda dengan UMKM yang sudah siap memperluas pemasaran atau meningkatkan kapasitas usahanya.

Program CSR dan PPM diharapkan dapat terus dikembangkan secara terukur, transparan, dan berkelanjutan, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta potensi unggulan di setiap wilayah.

Kolaborasi antara perusahaan, BPMA, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM juga diperlukan agar pembinaan tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas, memperkuat kualitas produk, dan mendorong tumbuhnya usaha lokal yang mampu bersaing.

Harapan bagi Ekonomi Aceh Timur

Masyarakat berharap kehadiran PT Medco E&P Malaka dapat terus memberikan manfaat ekonomi melalui program pemberdayaan yang menjangkau pelaku usaha sesuai kebutuhan dan potensi wilayahnya, tidak hanya di sekitar area operasi perusahaan.

UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Ketika usaha lokal tumbuh, peluang peningkatan pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi gampong juga semakin terbuka.

Dengan pembinaan yang konsisten, evaluasi yang terukur, serta dukungan lintas sektor, produk-produk lokal Aceh Timur diharapkan semakin dikenal dan mampu menembus pasar regional hingga nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan UMKM bukan sekadar tentang hadirnya program, melainkan sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat nyata dan mampu melanjutkan usahanya secara mandiri.

UMKM tumbuh, produk lokal berdaya saing, ekonomi masyarakat Aceh Timur semakin kuat. [] L24.Zal