HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ketika ‘Anak Pulau’ Menaruh Asa pada Nasir Nurdin

Samudra dan ombak lepas tak meluruhkan semangat Nasir Nurdin untuk terus merajut silaturahmi dengan jajaran pers di pelosok Serambi Mekkah. ...


Samudra dan ombak lepas tak meluruhkan semangat Nasir Nurdin untuk terus merajut silaturahmi dengan jajaran pers di pelosok Serambi Mekkah. Setelah menempuh pelayaran lebih dari 12 jam membelah lautan menggunakan KMP Aceh Hebat 2 dari Pelabuhan Calang, calon kuat Ketua PWI Aceh periode 2026–2031 tersebut menapakkan kakinya di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kota Batu.

​Kedatangan sosok yang dikenal hangat dan bersahaja ini disambut penuh kekeluargaan oleh Ketua PWI Simeulue, Firnalis, bersama jajaran pengurus dan belasan wartawan di pulau berjuluk Bumi Ate Fulawan (Bumi Hati Emas) tersebut. Kunjungan kerja sekaligus silaturahmi selama dua hari (20–21 Oktober 2026) ini turut didampingi oleh Ketua PWI Aceh Utara, Abdul Halim, serta staf pribadinya, Syahrul Ramadhan.

​Kepemimpinan yang Mengembalikan ‘Trust’ dan Denyut Organisasi

​Di bawah kepemimpinan Nasir Nurdin pada periode sebelumnya, PWI Aceh dinilai telah bertransformasi secara nyata. Bawaan kepemimpinannya yang inklusif berhasil membangun kembali kepercayaan (trust) dari berbagai mitra kerja maupun internal wartawan. Hal ini tercermin dari hangatnya suasana “ngopi bareng” antara Nasir Nurdin dan insan pers Simeulue di salah satu warung kopi di Sinabang.

​Suasana santai namun sarat makna itu menjadi ruang diskusi interaktif. Anggota PWI Simeulue secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja nyata Nasir Nurdin yang berhasil menghidupkan kembali denyut organisasi, memperkuat perlindungan wartawan, serta menggiatkan pendidikan dan peningkatan kapasitas pers di Aceh.

​“Menurut kami, salah satu capaian terbesar Pak Nasir adalah berhasil membangun kembali trust mitra kerja dan internal. Ini yang membuat denyut organisasi berjalan sehat dan minat para pekerja pers untuk bergabung dengan PWI terus meningkat,” ujar salah seorang pengurus PWI Simeulue.

​Asa dari ‘Anak Pulau’: Penguatan Kolaborasi hingga Fasilitas Mess

​Sebagai jurnalis di wilayah kepulauan dengan berbagai keterbatasan, para wartawan Simeulue menitipkan harapan besar kepada Nasir Nurdin agar kembali memimpin PWI Aceh pada Konferprov XIII yang dijadwalkan berlangsung 20–22 November 2026 mendatang.

​Firnalis menegaskan pentingnya peran PWI Aceh sebagai jembatan untuk memperkuat sinergi antara pers daerah dengan Pemerintah Kabupaten Simeulue dan pemangku kepentingan lainnya.

​“Kami sangat berharap komunikasi dan penguatan kolaborasi ini terus dijaga berkala, baik di Simeulue maupun di Banda Aceh,” harap Firnalis.

​Tak hanya itu, sebuah usulan humanis turut diapungkan oleh insan pers pulau ini. Mereka berharap Kantor PWI Aceh di Banda Aceh kelak dapat dilengkapi dengan fasilitas mess (kamar singgah) bagi wartawan daerah.

​“Jika rumah besar kita (Kantor PWI Aceh) dilengkapi fasilitas mess, tentu sangat membantu meringankan beban pengeluaran kawan-kawan wartawan dari daerah yang sedang bertugas atau ada urusan di Banda Aceh,” tutur Firnalis yang diamini oleh Bendahara PWI Simeulue, Al-Ashab.

​Pondasi Kuat untuk Keberlanjutan dan Kesejahteraan Wartawan

​Menerima deretan masukan dan aspirasi hangat tersebut, Nasir Nurdin menyambutnya dengan penuh rasa hormat dan kerendahan hati. Bagi Nasir, capaian pada periode pertama bukan sekadar kebanggaan, melainkan fondasi kokoh untuk melangkah lebih jauh.

​“Apa yang telah kita bangun bersama pada periode pertama menjadi dasar untuk keberlanjutan. Kita sudah punya arah yang jelas dan tidak lagi meraba-raba. Program yang belum tuntas atau hal baru yang urgen akan menjadi prioritas kita ke depan,” tegas Nasir.

​Ia mengungkapkan beberapa program strategis yang siap dilanjutkan, di antaranya peningkatan kapasitas keanggotaan lewat edukasi berkelanjutan, digitalisasi database organisasi, serta optimalisasi Koperasi PWI Aceh (Tinta Emas) sebagai pilar ekonomi anggota.

​Tak berhenti di situ, Nasir juga membawa gagasan segar terkait perlindungan kesejahteraan wartawan dan keluarganya.

​“Ke depan, kami menargetkan program jaminan sosial bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi wartawan dan keluarga. Konsep ini sudah kita diskusikan dan matangkan,” pungkasnya.

​Rekam jejak nyata, kepedulian hingga ke pelosok daerah, serta visi besar yang realistis mengukuhkan sosok Nasir Nurdin sebagai kandidat paling siap dan berdedikasi untuk kembali menakhodai PWI Aceh ke arah yang lebih gemilang.(*)