Lentera24.com | ACEH TIMUR , Lentera24.com – Empat siswa SMP Negeri 1 Julok, Kabupaten Aceh Timur, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD...
Lentera24.com | ACEH TIMUR, Lentera24.com – Empat siswa SMP Negeri 1 Julok, Kabupaten Aceh Timur, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) UPTD Puskesmas Julok setelah mengeluhkan pusing, mual, dan sakit perut usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (12/10/2026).
Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi keempatnya berangsur membaik dan telah diperbolehkan pulang. Hingga kini, belum ada diagnosis medis resmi yang memastikan bahwa gejala tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mulai merasakan mual usai menyantap buah semangka yang menjadi bagian dari menu MBG hari itu. Menu harian yang disajikan oleh penyedia jasa meliputi nasi putih, telur semur, tumis buncis campur wortel, tahu goreng tepung, dan potongan semangka.
Kepala SMPN 1 Julok, Bahtiar, membenarkan adanya siswa yang sempat dirawat di Puskesmas. Namun, ia menduga keluhan tersebut muncul karena para siswa belum sempat sarapan dari rumah sebelum mengonsumsi buah semangka.
"Tidak ada yang perlu menjalani rawat inap di Puskesmas. Gejala itu timbul diduga karena mereka belum sarapan dari rumah lalu langsung makan semangka dari menu MBG. Alhamdulillah, kondisi mereka sudah membaik setelah makan siang," ujar Bahtiar.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nasabe Pangan Bergizi selaku pihak penyedia menu MBG. Pihaknya langsung menuju ke Puskesmas begitu menerima laporan dari sekolah untuk memastikan kondisi para siswa.
Berdasarkan penelusuran pihak SPPG, tiga dari empat siswa tersebut mengonfirmasi belum mengisi perut sejak pagi. Sementara satu siswa lainnya diketahui sempat membeli dan mengonsumsi mi instan goreng di kantin sekolah sebelum keluhan pusing dan mual itu muncul.
"Kami juga berkoordinasi langsung dengan dokter IGD yang menangani. Dokter belum menyimpulkan adanya kasus keracunan makanan karena gejalanya sebatas pusing dan mual, ditambah adanya faktor siswa yang belum sarapan dari rumah," terang Kepala SPPG melalui pesan singkat.
Ia menambahkan, usai mendapatkan penanganan obat dari tim medis serta santapan makan siang tambahan dari SPPG, kondisi para siswa pulih sepenuhnya. Mereka tidak lagi merasakan pusing maupun mual, sehingga memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG telah memberikan nomor kontak darurat kepada orang tua siswa untuk mengantisipasi jika keluhan serupa muncul kembali. Selain itu, pemantauan kesehatan terhadap keempat siswa tersebut akan terus dilakukan secara berkala selama satu minggu ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari timbulnya keluhan kesehatan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut, sehingga dugaan keracunan makanan belum dapat disimpulkan. [] L24.Zal

