Lentera24.com| JAKARTA — Persiapan Timnas Indonesia menyongsong FIFA ASEAN Cup 2026 terus dimaksimalkan di tengah tantangan yang tidak rin...
Lentera24.com| JAKARTA — Persiapan Timnas Indonesia menyongsong FIFA ASEAN Cup 2026 terus dimaksimalkan di tengah tantangan yang tidak ringan. Langkah awal skuad Garuda dalam merancang komposisi terbaiknya terganggu oleh badai cedera yang melanda sejumlah pemain penting.
Kepastian absennya tiga nama—Adrian Wibowo, Miliano Jonathans, dan Mees Hilgers—yang masih harus fokus memulihkan kondisi, memaksa tim pelatih memutar otak lebih cepat dalam proses pemusatan latihan. Perhatian staf pelatih kini juga tercurah pada pemantauan intensif terhadap kondisi Marselino Ferdinan, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, hingga Jay Idzes yang belum berada dalam kebugaran 100 persen.
Pelatih Kepala Timnas Indonesia, John Herdman, membeberkan dinamika persiapan yang sedang dijalani anak asuhnya. Ia mengakui kerangka tim sebenarnya sudah terbentuk matang, namun cedera pemain di pekan-pekan terakhir jadwal klub membuat rencana persiapan harus disesuaikan.
"Kami sebenarnya sudah sangat dekat dan memiliki gambaran skuad yang sangat jelas di pikiran kami. Namun, selalu ada risiko cedera yang muncul di pekan-pekan terakhir pertandingan," ujar John Herdman di Jakarta, awal pekan ini.
"Beberapa cedera dalam beberapa hari terakhir jelas menimbulkan kendala. Karena itu, kami perlu mengevaluasi situasi dua atau tiga pemain dari laga akhir pekan kemarin sebelum mengumumkan keputusan final," lanjutnya.
Masa persiapan ini pun dimanfaatkan tim pelatih untuk fokus mengoptimalkan pemain yang tersedia, memantapkan koordinasi antarlini, serta meracik berbagai skenario permainan alternatif. Situasi ini sekaligus menjadi kesempatan emas bagi para pemain pelapis untuk membuktikan kesiapan mereka mengambil peran penting di panggung internasional.
Menghadapi turnamen dengan kondisi yang belum sepenuhnya ideal, pengelolaan ekspektasi publik menjadi elemen krusial dalam menjaga kondusivitas tim. Dukungan penuh yang disertai pemahaman dan kesabaran dari para pendukung akan menjadi dorongan moral yang sangat berarti bagi skuad Garuda.
Target paling realistis selama fase persiapan dan pelaksanaan turnamen ini adalah membentuk tim yang disiplin, makin solid dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, serta pantang menyerah dalam memburu hasil maksimal.[]L24.Sai

