Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Tantangan dunia kerja hari ini menuntut lebih dari sekadar ijazah. Di tengah arus digitalisasi yang bergerak...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Tantangan dunia kerja hari ini menuntut lebih dari sekadar ijazah. Di tengah arus digitalisasi yang bergerak cepat, kompetensi dan keterampilan tangan menjadi kunci utama bagi generasi muda untuk bertahan dan menang dalam persaingan.
Semangat inilah yang digelorakan oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, saat membuka resmi program Tailor Made Training (TMT) Batch VII Tahun 2026 di Aula Setdakab, Selasa (22/9). Diinisiasi oleh Pemkab Aceh Tamiang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, program ini hadir sebagai jembatan nyata bagi anak muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Mengubah Mindset: Dari Pencari Kerja Menjadi Pencipta Peluang
Di hadapan ratusan peserta, Bupati Armia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat ketatnya persaingan global. Kehadiran TMT Batch VII adalah wujud komitmen nyata negara dalam membekali generasi muda agar terampil, unggul, dan tangguh.
"Pemerintah Daerah akan selalu hadir untuk menjembatani kebutuhan antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Kegiatan ini tidak berhenti hanya sebatas pelatihan saja, melainkan mencakup sertifikasi hingga penempatan kerja atau pemberian modal usaha," tegas Bupati Armia penuh optimisme.
Lebih lanjut, ia berpesan agar pola pikir (mindset) masyarakat, khususnya anak muda Aceh Tamiang, mulai bergeser. Alih-alih hanya berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), mereka didorong untuk memiliki mental baja dan keahlian guna menciptakan lapangan kerja baru (job creator).
Menariknya, program ini tidak eksklusif. Pintu TMT Batch VII terbuka lebar bagi seluruh kalangan, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, guna memastikan kesempatan yang setara dalam meningkatkan taraf hidup.
Sembilan Pilihan Keterampilan untuk Masa Depan
Sementara itu, Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmat Faisal, mengungkapkan bahwa gelombang pelatihan kali ini diikuti oleh 272 peserta. Mereka akan mendalami 9 jenis program keahlian pilihan yang sangat dibutuhkan di pasaran, antara lain:
Pelatihan kewirausahaan dasar
Las fabrikasi
Menjahit busana wanita
Merias wajah
Pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana
Pembuatan desain grafis
Pembuatan roti dan kue
Pengolahan ikan
Teknisi perawatan AC residential
Mengusung semangat SIGAP VOKASI (Sinergi Gerakan Pelatihan Vokasi Bangkit Bersama Berkarya Berdaya), program ini dirancang selaras agar para alumni pelatihan nantinya mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari lintas instansi.
Fasilitas Lengkap: Dari Sertifikat BNSP hingga Jaminan BPJS
Tidak hanya sekadar menimba ilmu gratis, para peserta juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas penunjang yang memadai selama mengikuti pelatihan, di antaranya:
Sertifikasi Resmi: Mengantongi sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berlaku secara nasional bahkan internasional.
Dukungan Finansial: Memperoleh uang saku harian yang disesuaikan dengan tingkat kehadiran.
Perlindungan Sosial: Mendapatkan jaminan keselamatan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Pidie.
Acara pembukaan yang turut dihadiri oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Pidie, para Kepala SMK, serta jajaran Kepala SKPK terkait ini menandai lembaran baru bagi pemuda Aceh Tamiang. Dari ruang kelas pelatihan ini, asa dirajut—mempersiapkan tangan-tangan terampil yang siap membawa Aceh Tamiang melompat lebih tinggi.[]L24.SWJ

