HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Menembus Riam Menuju Panggung Dunia: Semangat Baru Arung Jeram Indonesia dari Sungai Ayung Badung

Lentera24.com | BANDUNG - Suara gemercik air yang berbenturan dengan bebatuan sungai selalu menyimpan magis tersendiri bagi para pecinta ar...

Lentera24.com | BANDUNG - Suara gemercik air yang berbenturan dengan bebatuan sungai selalu menyimpan magis tersendiri bagi para pecinta arus deras. Di Bali, tepatnya di Sungai Ayung, Kabupaten Badung, gemuruh air itu kini berpadu dengan denyut semangat para atlet arung jeram dari seluruh penjuru Tanah Air.

Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) resmi menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026 pada 23–28 September 2026. Bukan sekadar ajang adu kecepatan dan kekompakan dayung, gelaran ini menjadi batu loncatan penting untuk mengukir sejarah baru: membawa arung jeram Indonesia terbang lebih tinggi menuju panggung Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028, bahkan menembus impian besar tampil di kancah Olimpiade.

Peta Kekuatan dari 16 Provinsi

Ajang di Sungai Ayung ini diikuti oleh 53 tim tangguh yang datang dari 16 provinsi berbeda. Antusiasme yang luar biasa ini terbukti telah melampaui persyaratan minimal regulasi PON.

Provinsi-provinsi yang ambil bagian mencakup:

° Sumatera & Jawa: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

° Bali & Nusa Tenggara: Bali dan Nusa Tenggara Timur.

° Kalimantan, Sulawesi, & Maluku: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Para atlet akan mengerahkan segenap kemampuan terbaik mereka untuk memperebutkan total 12 medali. Nomor yang dipertandingkan meliputi sprint, head to head, slalom, dan down river yang terbagi dalam kategori R4 senior, U-23, serta U-19.

Ketua Bidang Pertandingan FAJI, Joni Kurniawan, menegaskan bahwa Kejurnas ini memiliki arti yang sangat krusial. Keikutsertaan daerah di Sungai Ayung tidak hanya menjadi syarat mutlak lolos PON 2028, tetapi juga menjadi acuan dalam menentukan kuota atlet bagi masing-masing wilayah di pesta olahraga nasional mendatang.

Lebih dari Sekadar Kompetisi: Merawat Sungai dan Menggerakkan Pariwisata

Di balik ketatnya persidangan di atas perahu karet, FAJI memandang arung jeram secara jauh lebih luas—sebagai ekosistem yang menghidupkan banyak sektor.

Ketua Umum FAJI, Mayor Jenderal TNI Marinir Dr. Oni Junianto, mengungkapkan bahwa kehadiran arung jeram di PON 2028 tidak semata-mata soal medali. Pemilihan Sungai Ayung dan venue berbasis alam lainnya dirancang agar tidak memerlukan pembangunan fasilitas baru yang masif.

"Selesai PON, keberadaan venue ini bisa menggerakkan potensi pengembangan ekonomi dari sektor sport tourism (pariwisata olahraga) di daerah," ujar Oni penuh optimisme.

Semangat kolaborasi ini juga merambah ke berbagai lini penting lainnya:

• Mitigasi Bencana: Melalui kerja sama strategis dengan Basarnas, insan arung jeram dilatih untuk turut andil dalam penanganan kebencanaan berbasis air dan sungai.

• Standar Kompetensi (SKKNI): Bidang pariwisata FAJI turut mendampingi Kementerian Pariwisata dalam menyusun modul standar kerja untuk 53 okupansi yang berkaitan dengan arung jeram.

• Konservasi Alam: Lewat program "Sahabat Sungai" yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, FAJI terus menanamkan kesadaran bahwa sungai adalah rumah sekaligus ruang hidup utama bagi olahraga ini.

Menatap Asa Menuju Olimpiade

Tak cukup puas dengan prestasi di level nasional dan regional, FAJI kini tengah merintis jalan agar arung jeram bisa diakui sebagai salah satu cabang olahraga di ajang Olimpiade.

Langkah awal telah diambil dengan mengirimkan surat resmi kepada NOC Indonesia. Modal bangsa kita sangat kuat; federasi internasional arung jeram telah diakui oleh IOC, dan para atlet kita pun kerap menorehkan prestasi gemilang hingga keluar sebagai juara dunia.

Rangkaian panjang ini diawali terlebih dahulu melalui Rapat Kerja Tahunan FAJI di Badung pada 23 September 2026. Forum ini membahas matang regulasi Babak Kualifikasi PON 2028, pembenahan aturan pertandingan yang mengacu pada United Rafting, hingga penguatan program organisasi.

Melalui deru air Sungai Ayung dan dayung yang berirama seirama, FAJI membuktikan bahwa arung jeram bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sebuah jalan pengabdian untuk prestasi bangsa, kelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat. []L24.Sai