Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Upaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar mulai dirasakan oleh keluarga besar Madrasah I...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Upaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar mulai dirasakan oleh keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Aceh Tamiang. Pembangunan dan revitalisasi fasilitas madrasah yang saat ini telah mencapai sekitar 75 persen menjadi harapan baru bagi siswa dan tenaga pendidik.
Kepala MIN 10 Aceh Tamiang, Aminuddin, S.Pd, menerangkan bahwa saat ini madrasah tersebut memiliki 235 siswa, dengan dukungan 23 orang guru dan tenaga kependidikan.
Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya ditunjang ketersediaan ruang belajar. MIN 10 Aceh Tamiang saat ini hanya memiliki lima ruang kelas, sementara jumlah siswa dalam satu kelas berkisar antara 28 hingga 32 siswa.
“Kami masih membutuhkan tambahan sekitar lima ruang kelas. Ruang perpustakaan dan Tata usaha masih gabung dengan ruang kepala sekolah Tetapi kondisi lahan juga menjadi salah satu kendala,” ujar Aminuddin.
Menurutnya, keberadaan MIN 10 Aceh Tamiang cukup strategis karena lokasinya berada tidak jauh dari perbatasan Provinsi Sumatera Utara. Jarak madrasah dengan wilayah Sumatera Utara bahkan kurang dari dua kilometer.
Kondisi tersebut membuat banyak siswa yang berasal dari wilayah Sumatera Utara memilih bersekolah di MIN 10 Aceh Tamiang. Faktor Orang tua ingin anaknya mendalami ilmu agama jarak dan akses pendidikan menjadi salah satu pertimbangan orang tua dalam menyekolahkan anak mereka di madrasah tersebut.
Revitalisasi Mulai Mengubah Wajah Madrasah
Aminuddin menjelaskan, pekerjaan pembangunan mulai dilaksanakan sejak akhir Juli dengan masa pelaksanaan sekitar 185 hari.
Hingga saat ini, progres pekerjaan fisik diperkirakan telah mencapai sekitar 75 persen. Sejumlah bagian bangunan yang telah dikerjakan antara lain pemasangan plafon, pengecatan dinding, lantai keramik, atap seng, serta pembangunan pagar.
Meski pembangunan fisik terus berjalan, pihak madrasah masih berharap adanya dukungan terhadap kebutuhan sarana penunjang lainnya, terutama mobiler untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Untuk mobiler sampai sekarang belum ada,” jelasnya.
Selain itu kebutuhan dasar operasional seperti listrik dan air selama ini juga masih menjadi tanggung jawab pihak madrasah.
Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi pengelola madrasah agar ke depan fasilitas pendidikan di MIN 10 Aceh Tamiang dapat semakin lengkap dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada seluruh siswa.
Siswa Senang Sekolah Diperbaiki
Perubahan wajah madrasah turut mendapat sambutan positif dari para siswa.
Al Farizi, siswa kelas VI, mengaku senang melihat sekolahnya diperbaiki. Hal serupa disampaikan Jihan Akila, siswa kelas VI.
“Senang sekolahnya diperbaiki, cuma kami mau tamat, Pak,” cetus Jihan polos sambil tersenyum.
Pernyataan sederhana tersebut menggambarkan antusiasme siswa melihat lingkungan sekolahnya menjadi lebih baik, meskipun bagi siswa kelas VI, pembangunan tersebut berlangsung menjelang mereka menyelesaikan pendidikan dasar.
Kehadiran fasilitas yang lebih baik diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi siswa yang sedang menempuh pendidikan saat ini, tetapi juga menjadi investasi bagi generasi berikutnya yang akan belajar di MIN 10 Aceh Tamiang.
Dengan jumlah siswa yang cukup besar, dukungan terhadap penambahan ruang kelas, penyediaan mobiler, serta pemenuhan kebutuhan dasar madrasah menjadi bagian penting untuk memastikan proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal.
Revitalisasi yang kini memasuki progres sekitar 75 persen menjadi langkah positif dalam memperbaiki lingkungan pendidikan. Harapannya, setelah seluruh pekerjaan rampung, MIN 10 Aceh Tamiang dapat memiliki lingkungan belajar yang semakin representatif, nyaman, dan mampu menampung kebutuhan siswa dari Aceh Tamiang maupun wilayah perbatasan Sumatera Utara.[]L24.SWJ.
