HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Dari Garis Tangan ke FYP, Muhammad Husni Bangun Komunitas Positif untuk Anak Muda

Lentera24.com | BANDA ACEH — Tidak semua perjalanan hidup harus berjalan lurus. Bagi Muhammad Husni, setiap proses justru menjadi bagian pe...


Lentera24.com | BANDA ACEH — Tidak semua perjalanan hidup harus berjalan lurus. Bagi Muhammad Husni, setiap proses justru menjadi bagian penting untuk mengubah mimpi menjadi aksi nyata yang bisa memberi dampak positif bagi orang lain.

Melalui akun TikTok-nya, Husni mencoba menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar konten untuk mengejar views, likes, maupun popularitas. Ia membangun ruang digital yang diharapkan bisa menjadi tempat bagi anak muda untuk saling berbagi, bertumbuh, dan memberikan energi positif.

Di tengah derasnya arus konten media sosial yang terkadang membuat pengguna mengalami digital burnout, Husni memilih jalur yang berbeda. Ia berusaha konsisten menghasilkan karya sekaligus membangun komunitas yang suportif dan bebas dari lingkungan yang penuh dengan toxic vibes.

Menurut Husni, media sosial seharusnya tidak hanya menjadi tempat untuk mencari perhatian, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan hal-hal yang bermanfaat.

“Prinsipnya simpel, kalau karya saya bisa membuat orang lain level up atau setidaknya membuat mereka merasa ditemani, itu sudah menjadi sebuah kemenangan,” ujar Muhammad Husni.

Perjalanan tersebut tentu tidak dibangun dalam semalam. Dengan konsistensi dan proses yang dilakukan secara bertahap, konten-konten Husni mulai mendapatkan perhatian dari pengguna TikTok.

Namun, bagi Husni, jumlah followers bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Ia ingin orang-orang yang berada di dalam komunitasnya merasa menjadi bagian dari sebuah lingkungan yang sehat, tempat mereka dapat bertukar cerita, saling mendukung, dan berkembang bersama.

“Followers itu angka, tetapi orang-orang di balik angka tersebut adalah manusia. Mereka punya cerita dan proses masing-masing,” katanya.

Husni menyadari bahwa TikTok hanyalah sebuah platform. Karena itu, ia berharap apa yang dibangun di ruang digital juga dapat memberikan pengaruh positif dalam kehidupan nyata.

Baginya, setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing. Tidak perlu terburu-buru hanya karena melihat pencapaian orang lain di media sosial.

Pesan yang ingin ia sampaikan pun sederhana: tidak masalah berjalan pelan, selama tetap bergerak dan tidak berhenti berkarya.

Di tengah dunia digital yang bergerak semakin cepat, Muhammad Husni mencoba membuktikan bahwa media sosial tidak selalu tentang viral atau menjadi pusat perhatian. Dari sebuah layar kecil, ia ingin membangun ruang yang lebih besar—ruang untuk berkarya, berbagi cerita, dan menebarkan energi positif.

Dari proses yang mungkin awalnya terlihat sederhana, kini langkah Husni terus bergerak menuju FYP. Bukan hanya untuk mengejar angka, tetapi untuk meninggalkan jejak yang berarti bagi orang-orang yang mengikuti perjalanan dan komunitasnya.[]L24.Red