Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Selasa (15/9/26). Bupati Aceh Tam...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Selasa (15/9/26). Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, dengan terbuka menyambut kedatangan 32 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan ruang diskusi bermakna mengenai ketangguhan sebuah daerah dalam bangkit dari hantaman bencana. Di hadapan para peserta, Bupati Armia memaparkan bagaimana pemerintah daerah terus bergerak cepat mengakselerasi pemulihan pascabencana. Fokus utama diarahkan pada rehabilitasi infrastruktur, perkantoran pemerintahan, sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga denyut nadi ekonomi masyarakat yang sempat terganggu.
Berbagai langkah nyata telah ditempuh, mulai dari penyaluran bantuan stimulan, pembangunan hunian tetap (huntap) secara komunal maupun in situ, hingga uluran tangan dari Kementerian Sosial berupa perabotan rumah tangga, dukungan ekonomi keluarga, serta pemenuhan jaminan hidup dasar (jadup).
Perjalanan pemulihan ini diakui tidak instan. Bupati Armia menceritakan bahwa prosesnya kini telah memasuki fase keempat, sementara usulan untuk fase kelima dan keenam sedang disiapkan. Di balik kerja keras tersebut, tantangan di lapangan masih ada—terutama terkait ketersediaan lahan untuk huntap serta ketelitian dalam proses pendataan dan penyaluran jadup agar tepat sasaran.
Komitmen untuk memulihkan pelayanan dasar kepada masyarakat juga tak pernah surut. RSUD, 15 unit puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), hingga tiga kantor kepala desa yang sebelumnya mengalami kerusakan berat kini terus direhabilitasi. Sentuhan pemulihan juga disalurkan ke sejumlah sekolah agar kegiatan belajar mengajar kembali normal. Melalui momentum visitasi ini, Bupati berharap lahir gagasan segar serta kebijakan strategis yang mampu memperkuat ketangguhan daerah di masa depan.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., MA, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran kepemimpinan berbasis pengalaman nyata (experiential learning). Pemkab Aceh Tamiang dinilai sangat tepat menjadi lokasi belajar karena rekam jejaknya sejalan dengan tema PKN tahun ini, yakni “Kepemimpinan Adaptif dalam Penguatan Tata Kelola Pemulihan Pasca Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi Daerah dan Nasional.”
Melalui kunjungan ini, para peserta diharapkan dapat menyerap ilmu berharga seputar pengambilan keputusan yang cepat, kolaborasi lintas sektor yang efektif, pemulihan birokrasi, hingga cara menjaga kualitas pelayanan publik demi masyarakat luas.
“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi bagaimana menggerakkan kolaborasi dan menghadirkan pemerintah di tengah masyarakat,” tutur Agus dengan penuh penekanan.
Rangkaian acara yang turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPK, Direktur RSUD Aceh Tamiang, para camat, serta tamu undangan ini ditutup dengan pertukaran cinderamata atau buku antara pihak LAN RI dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang serta sesi foto bersama.
Usai berdiskusi di ruang sidang, para peserta langsung turun ke lapangan untuk meninjau langsung kawasan Lubuk Sidup dan Suka Jadi, guna melihat dari dekat denyut kehidupan dan proses pemulihan yang sedang berjalan di Aceh Tamiang. []L24.SWJ
