HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Inspirasi dari Balik Ruang Kelas: Kejari Aceh Tamiang Kenalkan Hukum Lewat Pendekatan Humanis di SMPN 2 Karang Baru

Lentera24.com | KARANG BARU - Suasana halaman dan ruang kelas SMPN 2 Karang Baru tampak berbeda dari hari-hari biasa. Gelak tawa ringan ber...


Lentera24.com | KARANG BARU - Suasana halaman dan ruang kelas SMPN 2 Karang Baru tampak berbeda dari hari-hari biasa. Gelak tawa ringan berpadu dengan rasa ingin tahu yang tinggi terpancar dari wajah para siswa-siswi yang duduk rapi. Hari itu, sekolah mereka kedatangan tamu istimewa dari aparat penegak hukum melalui program nasional yang dinanti-nanti: Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang hadir membawa angin segar dalam dunia edukasi hukum anak. Dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Yohanes Aritonang, S.H. bersama tim, kegiatan ini dikemas jauh dari kesan kaku atau menakutkan. Mengusung tema "Kenali Hukum, Jauhi Hukuman", Kejari Aceh Tamiang memilih pendekatan yang hangat, interaktif, dan sangat humanis agar para remaja dapat menyerap nilai-nilai sadar hukum dengan mudah.

Kunjungan istimewa ini juga turut didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Khairuddin Hasni, M.Pd. Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan bersama aparat penegak hukum ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam membangun karakter dan kesadaran hukum bagi pelajar sejak dini.

Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Karang Baru, Dedek Yusra, S.Pd., menyambut hangat inisiatif positif ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Kejari Aceh Tamiang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah meluangkan waktu hadir langsung di tengah-tengah pelajar.

"Kehadiran Pak Kasi Intel, pihak Dinas Pendidikan, dan tim memberikan warna baru bagi anak-anak kami. Hukum sering kali dianggap momok yang menakutkan bagi anak seusia SMP, namun melalui penyuluhan ini, mereka justru diajak memahami hukum sebagai pelindung masa depan," ungkap Dedek Yusra dengan penuh antusias.

Pendekatan Dinamis dan Edukasi Bahaya Narkotika

Yohanes Aritonang dikenal tampil sangat dinamis di hadapan ratusan siswa. Alih-alih menyampaikan materi secara monoton di atas podium, ia memilih berjalan keliling, melemparkan tanya-jawab interaktif, serta menyelipkan kisah-kisah inspiratif yang dekat dengan keseharian remaja.

Dengan gaya bertutur yang santai namun sarat makna, Yohanes membedah berbagai isu krusial yang rentan dihadapi anak muda masa kini—mulai dari bahaya bullying (perundungan), bijak ber-media sosial agar terhindar dari jerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), hingga pencegahan kenakalan remaja.

Tak lupa, dalam kesempatan tersebut pihak Kejari juga mengupas tuntas persoalan yang menjadi musuh bersama, yakni bahaya penyalahgunaan narkotika. Di hadapan para siswa, dijelaskan secara mendalam mengenai berbagai jenis narkoba serta dampak buruk merusaknya terhadap kesehatan fisik, mental, masa depan, hingga kehidupan sosial remaja. Edukasi ini diberikan agar para pelajar memiliki benteng diri yang kuat untuk mengenali sekaligus menjauhi barang haram tersebut sejak dini.

“Adik-adik sekalian, tujuan kami datang bukan untuk mencari kesalahan atau menakut-nakuti kalian. Kami hadir sebagai sahabat kalian agar kalian paham batas mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kenali hukumnya sejak dini, jauhi narkoba, agar kalian bisa menjaga diri dan menggapai cita-cita setinggi langit,” pesan Yohanes Aritonang di hadapan para siswa yang menyimak dengan seksama.

Antusiasme Siswa: Memahami Hukum sebagai Pelindung

Suasana semakin hidup ketika sesi tanya-jawab dibuka. Para siswa berebut mengacungkan tangan untuk bertanya seputar aturan hukum dan cerita keseharian mereka di sekolah maupun dunia maya. Pendekatan dialogis ini berhasil mencairkan suasana, membuat jarak antara institusi penegak hukum dan anak-anak sekolah seolah lebur menjadi keakraban.

Para siswa mengaku sangat senang dan antusias mengikuti penyuluhan ini. Melalui penjelasan yang renyah dan interaktif, mereka merasa mendapat pencerahan baru bahwa hukum sesungguhnya bukanlah sesuatu yang menakutkan atau sekadar kumpulan sanksi, melainkan instrumen nyata yang hadir untuk melindungi keselamatan, hak, dan masa depan mereka semua.

Melalui program Jaksa Masuk Sekolah ini, Kejari Aceh Tamiang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berharap benih-benih kesadaran hukum serta semangat anti-narkoba dapat tertanam kuat di jiwa generasi muda Bumi Muda Sedia, menjadikan mereka generasi yang cerdas, berintegritas, taat aturan, dan terlindungi dari segala bentuk pelanggaran.[]L24.Sai