HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Sikapi Insiden Hari Damai Aceh, Muhammad Saleh Dorong Evaluasi dan Sinergi Keamanan Demi Perdamaian Aceh

Muhammad Saleh, S.E., S.H., M.M Lentera24.com | BANDA ACEH — Peringatan 21 tahun Perdamaian Aceh pada Sabtu (15/8/2026) di kawasan Masjid R...

Muhammad Saleh, S.E., S.H., M.M

Lentera24.com | BANDA ACEH — Peringatan 21 tahun Perdamaian Aceh pada Sabtu (15/8/2026) di kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan Pendopo Gubernur Aceh menyatukan keprihatinan banyak pihak. Momentum yang sejatinya dirayakan dengan penuh hikmat tersebut sempat diwarnai dinamika dan bentrokan massa, yang dinilai perlu disikapi secara bijak dan arf oleh seluruh pemangku kepentingan.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (Forum Pimred Multimedia Indonesia) Aceh, Muhammad Saleh, S.E., S.H., M.M., mendorong Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan peninjauan dan evaluasi komprehensif terhadap tata kelola pengamanan serta deteksi dini di wilayah Aceh.

Pria yang akrab disapa Shaleh ini menyampaikan harapan tersebut kepada kementerian dan lembaga terkait, mulai dari Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, hingga Kabin Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra. Langkah ini dipandang penting untuk memperkuat sinergi dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Pentingnya Penguatan Deteksi Dini dan Koordinasi

Berdasarkan pengamatan rekam jejak digital, Shaleh menilai dinamika yang berkembang berkedok kegiatan zikir dan doa bersama sejatinya sudah terindikasi sejak jauh hari. Oleh karena itu, penguatan fungsi pencegahan dan alur koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama yang harus terus ditingkatkan.

"Indikasi gerakan tersebut sebenarnya sudah tercium beberapa bulan sebelumnya dan mengkristal menjelang acara. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bahwa koordinasi dan langkah cegah dini dari seluruh jajaran keamanan, intelijen, dan pemerintah daerah harus semakin solid agar situasi kondusif tetap terjaga," ujar Shaleh.

Mengenai aspek hukum, Shaleh menegaskan batasan yang sangat jelas. Walaupun aspirasi bendera Bulan Bintang memiliki ruang pembahasan tersendiri melalui Qanun Daerah, tindakan destruktif yang melanggar hukum—seperti penurunan Bendera Merah Putih dan perusakan simbol-simbol negara—harus ditindak tegas dan profesional.

6 Poin Masukan Forum Pimred Multimedia Indonesia Aceh

Sebagai bentuk kontribusi pemikiran yang konstruktif, Muhammad Saleh menyampaikan enam rekomendasi strategis bagi Pemerintah Pusat dan jajaran keamanan:

Evaluasi Penanganan: Melakukan peninjauan menyeluruh terhadap alur koordinasi, pengamanan, dan deteksi dini saat peristiwa 15 Agustus 2026.

Penguatan Kinerja: Meninjau kembali pola penanganan di lapangan agar setiap potensi kelalaian atau kelemahan koordinasi dapat segera dibenahi.

Investigasi Transparan: Mendorong proses penyelidikan yang objektif dan independen untuk mengungkap kronologi kejadian serta pihak-pihak yang memprovokasi keadaan.

Pendekatan Proporsional: Memastikan pengamanan massa dilaksanakan secara humanis, terukur, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Perlindungan Hak Warga: Menjamin penyampaian aspirasi damai tidak mengalami kriminalisasi, dengan penegakan hukum yang berfokus murni pada pelanggaran pidana berdasarkan bukti.

Sinergi Lintas Sektor: Memperkuat soliditas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, TNI, Polri, BIN, serta seluruh elemen masyarakat Aceh.

Merawat Perdamaian Komitmen Bersama

Bagi Muhammad Saleh, evaluasi dan penataan ke depan bukan merupakan langkah untuk memojokkan atau mencari kesalahan institusi tertentu, melainkan wujud kebersamaan dalam merawat perdamaian Aceh yang telah terbangun dengan investasi sosial yang sangat tinggi.

"Pencegahan dan evaluasi ini hadir bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan memastikan seluruh jajaran yang diberi amanah dapat bekerja semakin profesional, peka terhadap sejarah daerah, dan mampu terus merawat kepercayaan masyarakat Aceh. Perdamaian ini adalah fondasi bersama yang harus kita jaga," tutup Muhammad Saleh.[]L24.Sai

Banda Aceh, 17 Agustus 2026
Salam Hormat,
Muhammad Saleh, S.E., S.H., M.M.
Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (Forum Pimred Multimedia Indonesia) Aceh