Lentera24.com | KOTA LANGSA — Mentari sore yang perlahan surut di atas Lapangan Merdeka Kota Langsa menjadi saksi bisu sebuah momen penuh ke...
Lentera24.com | KOTA LANGSA — Mentari sore yang perlahan surut di atas Lapangan Merdeka Kota Langsa menjadi saksi bisu sebuah momen penuh keharuan. Di balik ketenangan senja, ribuan pasang mata berdiri tegak menyimak prosesi Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Mengusung tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Wakil Wali Kota Langsa, Muhammad Haikal Alfisyahrin, S.T., hadir langsung memimpin jalannya upacara sebagai Inspektur Upacara. Di bawah komando IPDA Yongki Arisandi, S.H. (Kanit V Satreskrim Polres Langsa) yang bertindak sebagai Komandan Upacara, seluruh rangkaian prosesi berjalan presisi dan sarat makna.
Atmosfer khidmat kian terasa saat pasukan Paskibraka Kota Langsa melangkah tegap menuju tiang utama. Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih diturunkan perlahan. Momen ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat bahwa bendera bukan sekadar kain dua warna, melainkan simbol kehormatan, tumpah darah perjuangan para pahlawan, serta perekat persatuan bangsa yang wajib dijaga hingga anak cucu kelak.
Prosesi tersebut diikuti secara sempurna oleh unsur Forkopimda, Sekda, pimpinan OPD, jajaran ASN, TNI, Polri, Brimob, hingga para pelajar dan mahasiswa.
Namun, ruh kebersamaan sore itu sejatinya lahir dari antusiasme warga. Jauh sebelum jadwal upacara dimulai pada pukul 16.30 WIB, masyarakat Kota Langsa dari berbagai kalangan telah memadati tepi Lapangan Merdeka. Kehadiran warga secara sukarela ini menegaskan bahwa nilai-nilai nasionalisme tidak hanya milik pejabat negara, melainkan hidup dan berdenyut di hati setiap rakyat.
Melalui momentum ini, Pemko Langsa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar memanifestasikan kemerdekaan lewat seremonial semata. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata, saling merawat toleransi, serta bergotong royong melahirkan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan kejayaan bangsa.[]L24.Anto
