HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Pemasangan Reflektor sebagai Upaya Peningkatan Visibilitas dan Keselamatan Pengguna Jalan melalui Program JANDA

Proses Pemasangan Reflektor Jalan di Dusun Sumberbende Diva Fahriyah Indrasta, Zahwa Kamila Zulkarnain, Rindya Fery Indrawan Mahasiswa Kelom...

Proses Pemasangan Reflektor Jalan di Dusun Sumberbende

Diva Fahriyah Indrasta, Zahwa Kamila Zulkarnain, Rindya Fery Indrawan

Mahasiswa Kelompok KKN 170, Universitas Muhammadiyah Malang, Dosen Pembimbing Lapangan, Universitas Muhammadiyah Malang

Email korespondensi: divafahriyah@gmail.com 

ABSTRAK

Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, memiliki karakteristik jalan berupa tikungan tajam dan kontur menanjak, khususnya di Dusun Sumberbende dan Dusun Wonorejo, yang berdampak pada keterbatasan visibilitas pengguna jalan pada malam hari akibat minimnya penerangan dan belum adanya penanda visual. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Reguler 2026 Kelompok 170 Universitas Muhammadiyah Malang menyusun program kerja JANDA atau Jalan Aman Desa dengan tujuan meningkatkan visibilitas dan keselamatan pengguna jalan pada malam hari. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan perangkat dan masyarakat desa, melalui tahapan observasi lapangan, koordinasi, sosialisasi, pemasangan reflektor jalan, serta evaluasi. Reflektor dibuat dari pipa paralon berdiameter 3 inci sepanjang 1,5 meter yang dipadukan dengan reflective tape ODM, dan dipasang pada dua titik, yaitu di Dusun Sumberbende sebanyak 12 pasang pada 11 Agustus 2026, serta di Dusun Wonorejo sebanyak 13 pasang pada 18 Agustus 2026, sehingga total terpasang 25 pasang reflektor. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh reflektor berfungsi dengan baik dan mampu memberikan penanda visual tambahan yang membantu pengguna jalan mengenali tikungan dan arah jalan pada malam hari. Wawancara dengan kepala dusun setempat menunjukkan respon masyarakat yang positif, serta perubahan kondisi jalan yang lebih mudah dikenali dibandingkan sebelum pemasangan reflektor. Program ini menjadi solusi berbiaya rendah dan aplikatif bagi wilayah perdesaan dengan keterbatasan infrastruktur penerangan jalan.

ABSTRACT

Argotirto Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency, has road characteristics including sharp curves and steep terrain, particularly in Sumberbende and Wonorejo Hamlets, which limit road users’ visibility at night due to inadequate lighting and the absence of visual markers. The 2026 Regular Impact Community Service Program (KKN) of Group 170, Universitas Muhammadiyah Malang, developed the JANDA (Jalan Aman Desa) program with the aim of improving nighttime visibility and road user safety. The program was implemented using a participatory approach involving village officials and the community through field observation, coordination, socialization, road reflector installation, and evaluation. The reflectors were made of 3-inch-diameter PVC pipes measuring 1.5 meters in length and combined with ODM reflective tape. A total of 12 pairs of reflectors were installed in Sumberbende Hamlet on August 11, 2026, and 13 pairs in Wonorejo Hamlet on August 18, 2026, resulting in a total of 25 pairs of installed reflectors. The results showed that all reflectors functioned properly and provided additional visual markers that helped road users identify curves and road directions at night. Interviews with the local hamlet head indicated a positive community response, as well as improved road visibility compared with conditions before the installation. This program demonstrates that the use of simple and relatively low-cost materials can serve as a practical alternative for improving road visibility in rural areas with limited road lighting infrastructure.

PENDAHULUAN

Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, merupakan lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Reguler 2026 Kelompok 170 Universitas Muhammadiyah Malang. Sebagai wilayah perdesaan, kondisi jalan di beberapa dusun Desa Argotirto memiliki karakteristik berupa tikungan dan kontur yang menanjak, sehingga aspek keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu perhatian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat setempat, khususnya pada malam hari.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, teridentifikasi permasalahan pada ruas jalan di Dusun Sumberbende dan Dusun Wonorejo yang memiliki tikungan tajam serta kontur menanjak dan curam. Ruas jalan di Dusun Sumberbende mengalami keterbatasan visibilitas pada malam hari akibat minimnya penerangan di area tikungan, dan beberapa warga setempat pernah mengalami kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Ruas jalan di Dusun Wonorejo bahkan sama sekali belum memiliki penerangan, dan kedua titik tersebut belum dilengkapi penanda visual apa pun. Kondisi keterbatasan penerangan dan penanda visual seperti ini umum ditemukan pada jalan desa dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas pada malam hari.

Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 170 menyusun program kerja JANDA (Jalan Aman Desa) melalui pemasangan reflektor berbahan pipa PVC yang dipadukan dengan reflective tape pada titik-titik rawan di Dusun Sumberbende dan Dusun Wonorejo. Penggunaan bahan sederhana seperti pipa paralon dan bahan reflektif telah diterapkan pula pada kegiatan pengabdian serupa di wilayah perdesaan lain sebagai alternatif berbiaya rendah untuk meningkatkan keterlihatan jalan pada malam hari (Jakaria et al., 2025). Program JANDA bertujuan meningkatkan visibilitas pengguna jalan pada malam hari, membantu pengguna jalan mengenali arah dan kondisi jalan dengan lebih jelas, serta mendukung terciptanya kondisi jalan desa yang lebih aman bagi masyarakat dan pengguna jalan lainnya.


METODE PELAKSANAAN

Program kerja KKN Kelompok 170 dirancang dan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif, yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat dan berbagai unsur terkait secara langsung dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Pendekatan ini digunakan agar program kerja yang dilaksanakan dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, serta permasalahan yang ditemukan di lokasi KKN. 

Tahap awal pelaksanaan program dilakukan melalui observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi dan permasalahan yang terdapat di lingkungan masyarakat. Hasil observasi kemudian menjadi dasar dalam menentukan bentuk program kerja yang relevan. Pada program JANDA (Jalan Aman Desa), observasi dilakukan terhadap kondisi ruas jalan yang memiliki tikungan tajam, kontur menanjak, serta keterbatasan penanda visual pada malam hari.

Tahap selanjutnya adalah koordinasi dan perizinan dengan perangkat desa serta pihak-pihak terkait. Koordinasi dilakukan untuk menyampaikan rencana kegiatan, menentukan lokasi pelaksanaan, serta memastikan program dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Kelompok 170 juga melibatkan masyarakat dan lembaga terkait sesuai dengan karakteristik masing-masing program kerja.

Setelah tahap koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya untuk memberikan pemahaman mengenai tujuan dan manfaat program. Selanjutnya dilakukan pendampingan dan praktik langsung dalam pelaksanaan program. Pada program JANDA, tahap praktik diwujudkan melalui pemasangan reflektor jalan sebagai penanda visual tambahan bagi pengguna jalan pada malam hari. Reflektor dipasang menggunakan pipa PVC berdiameter 3 inci dengan panjang 1,5 meter dan reflective tape ODM. Sebanyak 12 pasang reflektor dipasang di Dusun Sumberbende RW 11 dan 13 pasang reflektor dipasang di Dusun Wonorejo RW 16 RT 36

Tahap terakhir adalah evaluasi untuk melihat hasil dan manfaat dari program yang telah dilaksanakan. Pada program JANDA, evaluasi dilakukan dengan mengamati kemampuan reflektor dalam memantulkan cahaya kendaraan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa reflektor dapat memberikan penanda visual tambahan sehingga keberadaan tikungan dan arah jalan lebih mudah dikenali oleh pengguna jalan pada malam hari.

WAKTU DAN LOKASI PELAKSANAAN

Program kerja JANDA (Jalan Aman Desa) dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB di Dusun Sumberbende RW 11, Desa Argotirto, serta pada 18 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB di Dusun Wonorejo RW 16 RT 36, Desa Argotirto, khususnya pada area jalan yang berbatasan dengan Desa Sumberagung. Kegiatan dilaksanakan melalui pemasangan reflektor pada beberapa titik jalan yang membutuhkan peningkatan visibilitas dan keamanan bagi pengguna jalan.

KHALAYAK SASARAN

Pada program JANDA (Jalan Aman Desa), khalayak sasaran utamanya adalah masyarakat dan pengguna jalan di Desa Argotirto, khususnya masyarakat yang menggunakan ruas jalan di Dusun Sumberbende RW 11 dan Dusun Wonorejo RW 16 RT 36, termasuk pengguna jalan pada area Dusun Wonorejo yang berbatasan dengan Desa Sumberagung.

TAHAPAN PELAKSANAAN

Pelaksanaan program JANDA (Jalan Aman Desa) diawali dengan tahap persiapan berupa survei dan observasi terhadap kondisi ruas jalan di wilayah Desa Argotirto untuk mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan peningkatan visibilitas dan keamanan pengguna jalan. Berdasarkan hasil observasi, dilakukan koordinasi dengan pihak terkait serta penentuan lokasi pemasangan reflektor di Dusun Sumberbende dan Dusun Wonorejo. Selanjutnya, tim mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan serta melakukan pembagian tugas kepada anggota kelompok KKN.

Tahap pelaksanaan dilakukan dengan memasang reflektor pada titik-titik jalan yang telah ditentukan. Pemasangan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN dengan memperhatikan kondisi dan posisi jalan agar reflektor dapat terlihat dengan baik oleh pengguna jalan, terutama pada kondisi minim pencahayaan. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di Dusun Sumberbende RW 11 dan 18 Agustus 2026 di Dusun Wonorejo RW 16 RT 36, termasuk area jalan yang berbatasan dengan Desa Sumberagung.

Tahap evaluasi dilakukan setelah pemasangan reflektor dengan mengamati kondisi hasil pemasangan dan memastikan reflektor terpasang pada titik yang sesuai serta dapat berfungsi sebagai penanda jalan. Evaluasi juga dilakukan untuk mengidentifikasi kendala selama proses pemasangan dan menilai ketercapaian tujuan program dalam meningkatkan visibilitas serta keamanan pengguna jalan.

Reflektor Saat Malam Hari di Dusun Wonorejo

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Hasil pelaksanaan program JANDA (Jalan Aman Desa) menunjukkan terpasangnya 25 pasang reflektor pada dua titik rawan di Desa Argotirto. Reflektor dibuat dari pipa PVC berdiameter 3 inci sepanjang 1,5 meter yang dipadukan dengan reflective tape ODM. Sebanyak 12 pasang reflektor dipasang di Dusun Sumberbende RW 11 pada ruas jalan sepanjang sekitar 40 meter, dilaksanakan pada 11 Agustus 2026.

Sebanyak 13 pasang reflektor dipasang di Dusun Wonorejo RW 16 RT 36 pada ruas jalan sepanjang sekitar 26,5 meter yang berbatasan dengan Desa Sumberagung, dilaksanakan pada 18 Agustus 2026. 

Perbedaan jumlah reflektor pada kedua lokasi disesuaikan dengan kontur tikungan dan kebutuhan masing-masing titik. Dari sisi pelaksanaan, kegiatan ini melibatkan Pak Ngadimin selaku Kepala Dusun Sumberbende dan Pak Mat Saleh selaku warga Dusun Wonorejo. Selama pemasangan di Dusun Wonorejo, tim sempat menghadapi kendala berupa kurangnya tenaga bantu warga karena waktu pelaksanaan bertabrakan dengan aktivitas kerja harian warga. Kendala tersebut diatasi dengan memaksimalkan seluruh anggota kelompok KKN yang turun langsung mengerjakan pemasangan di kedua dusun. Dokumentasi kegiatan dilakukan pada siang dan malam hari untuk memastikan fungsi reflektor dari kedua arah jalan saat mendekati tikungan. Kegiatan ini belum disertai serah terima formal kepada pihak desa.

Secara teknis, hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh reflektor berfungsi dengan baik. Reflektor langsung terlihat saat lampu kendaraan menyorot reflective tape, dan pantulannya dapat dikenali dari kedua arah jalan. Kondisi ini sejalan dengan temuan bahwa keterbatasan penerangan dan penanda visual merupakan permasalahan umum di jalan desa yang meningkatkan risiko kecelakaan malam hari (Setyono et al., 2026; Jakaria et al., 2025). Keberhasilan fungsi reflektor secara langsung menjawab persoalan yang melatarbelakangi program ini. Pemilihan pipa PVC dan reflective tape sebagai bahan yang murah dan mudah dipasang juga konsisten dengan praktik serupa di desa lain, yang menggunakan bahan sederhana sebagai alternatif berbiaya rendah untuk meningkatkan keterlihatan jalan malam hari (Jakaria et al., 2025). Pendekatan ini aplikatif untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur penerangan.

Dari sisi dampak sosial, wawancara dengan Pak Ngadimin selaku Kepala Dusun Sumberbende menguatkan efektivitas program di lapangan. Sebelum reflektor terpasang, ruas jalan tersebut sering menjadi lokasi kecelakaan, terutama bagi pengendara luar desa yang belum familiar dengan konturnya. Insiden yang terjadi umumnya berupa terpeleset saat pengendara membanting setir tanpa dapat memperkirakan tikungan. Setelah reflektor terpasang, pengendara dapat memperkirakan bentuk tikungan dan arah jalan lebih awal melalui pantulan sorot lampu kendaraan. Jalan juga menjadi lebih mudah dikenali, khususnya bagi pengendara luar dusun. Respon masyarakat secara umum sangat positif dan antusias, bahkan sebagian warga meminta penambahan jumlah reflektor melebihi rencana awal. 

KESIMPULAN

Program JANDA (Jalan Aman Desa) di Desa Argotirto telah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan visibilitas dan mendukung keselamatan pengguna jalan pada ruas jalan yang memiliki tikungan dan keterbatasan penerangan pada malam hari. Melalui pendekatan partisipatif yang meliputi observasi lapangan, koordinasi, pemasangan, dan evaluasi, sebanyak 25 pasang reflektor berhasil dipasang, terdiri atas 12 pasang di Dusun Sumberbende RW 11 dan 13 pasang di Dusun Wonorejo RW 16 RT 36. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh reflektor berfungsi dengan baik dan memberikan penanda visual tambahan yang membantu pengguna jalan mengenali tikungan serta arah jalan pada malam hari. Respon masyarakat juga menunjukkan penerimaan yang positif terhadap keberadaan reflektor, bahkan terdapat permintaan untuk penambahan reflektor pada beberapa titik lainnya. Meskipun demikian, dampak program terhadap penurunan angka kecelakaan belum dapat diukur secara kuantitatif karena belum tersedia data kecelakaan sebelum dan sesudah pemasangan. Oleh karena itu, keberlanjutan program disarankan melalui pemeliharaan reflektor secara berkala, penambahan reflektor pada titik yang masih membutuhkan, serta koordinasi dengan pemerintah desa untuk mendukung keberlanjutan sarana keselamatan jalan. 


UCAPAN TERIMA KASIH 

Kelompok 170 mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan, Rindya Ferry Indrawan, S.Pi., M.P., Pemerintah Desa Argotirto, khususnya Kepala Desa Argotirto, Achmad Sholeh, S.H., serta masyarakat Dusun Sumberbende RW 11 dan masyarakat Dusun Wonorejo RW 16 atas dukungan, arahan, kerja sama, dan partisipasi yang diberikan selama pelaksanaan program JANDA (Jalan Aman Desa). Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh anggota KKN UMM Kelompok 170 yang telah berkontribusi dalam proses perencanaan hingga pemasangan reflektor jalan. Dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak tersebut turut mendukung kelancaran pelaksanaan program dalam upaya meningkatkan visibilitas dan keselamatan pengguna jalan di Desa Argotirto.(*)


DAFTAR PUSTAKA

Jakaria, M. N., Wantoro, W., Aji, S. S., Krisdanarti, D., Susana, Y., Rahmadani, I. K., Situmorang, U. S., Serliani, D., Khasanah, L. N., Uswaha, S. W., Purba, C. T., & Richardo, H. N. (2025). Implementasi inovasi pemanfaatan paralon sebagai reflektor jalan dalam upaya mewujudkan lingkungan berkendara yang lebih aman di Desa Soborejo. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 3(6), 270–277. https://doi.org/10.61722/japm.v3i6.7136

Setyono, B. D. H., Damayanti, A. A., Rizqullah, A. R., Aulia, B. S., Junaidi, M., Safitri, I. A., Fitriah, N., Kawirian, R. R., Fitria, S., & Alim, S. (2026). Inovasi reflektor jalan berbasis pipa paralon bekas untuk meningkatkan visibilitas jalan minim penerangan di Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Bakti Sekawan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 173–184. https://doi.org/10.35746/bakwan.v6i1.995