HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Implementasi Program EcoGreen School Melalui Edukasi 3R dan Pemanfaatan Barang Bekas untuk Mendukung Lingkungan Sekolah yang Ramah Lingkungan di Desa Argotirto

Zahwa Kamila Zulkarnain¹, Diva Fahriyah Indrasta¹, Rindya Fery Indrawan²  ¹Mahasiswa Kelompok KKN 170, Universitas Muhammadiyah Malang, ²Dos...

Zahwa Kamila Zulkarnain¹, Diva Fahriyah Indrasta¹, Rindya Fery Indrawan² 

¹Mahasiswa Kelompok KKN 170, Universitas Muhammadiyah Malang, ²Dosen Pembimbing Lapangan, Universitas Muhammadiyah Malang

Email korespondensi: zkamilazulkarnain@email.com 

ABSTRAK

Program EcoGreen School merupakan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 170 sebagai upaya memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan barang bekas untuk mendukung lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Argotirto dengan peserta didik sebagai sasaran utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi awal, koordinasi dengan pihak sekolah, edukasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Di SDN 01, kegiatan meliputi edukasi 3R, pembuatan pot dari botol bekas, penanaman tanaman, dan penghiasan lingkungan sekolah. Di SDN 03, kegiatan meliputi edukasi sampah organik dan anorganik, pemilahan sampah, serta praktik pembuatan bahan awal kompos menggunakan galon bekas sebagai wadah, dengan bahan berupa air leri, daun kering, dan tanah. Di SDN 02, kegiatan meliputi edukasi 3R, pembuatan bunga dari gelas bekas, penanaman tanaman, dan gotong royong. Kegiatan melibatkan 69 peserta didik di SDN 01, 67 peserta didik di SDN 03, dan 57 peserta didik di SDN 02. Output kegiatan berupa produk pemanfaatan barang bekas, tanaman yang ditanam di lingkungan sekolah, pengalaman praktik pemilahan sampah, serta bahan awal kompos yang masih memerlukan proses lanjutan. Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang disertai praktik langsung dapat memberikan pengalaman kontekstual kepada peserta didik dalam mengenal dan menerapkan pengelolaan sampah secara sederhana.

ABSTRACT

EcoGreen School is a community service program implemented by students of the University of Muhammadiyah Malang Community Service Program (KKN) Group 170 to provide elementary school students with direct experience in waste management and school greening. The activities were conducted at SDN 01, SDN 02, and SDN 03 Argotirto, with students as the main target group. The program used a participatory approach through initial observation, coordination with schools, education, hands-on practice, assistance, and evaluation. At SDN 01, the activities included 3R education, making plant pots from used bottles, planting, and decorating the school environment. At SDN 03, the activities included education on organic and inorganic waste, waste sorting, and composting practice using rice-washing water, dry leaves, and soil. At SDN 02, the activities included 3R education, making flower decorations from used plastic cups, planting, and communal work. The activities involved 69 students at SDN 01, 67 students at SDN 03, and 57 students at SDN 02. The outputs included products made from used materials, plants placed in the school environment, practical experience in waste sorting, and initial compost material that still required further processing. The activities indicate that educational approaches combined with hands-on practice can provide students with contextual experience in understanding and applying simple waste-management practices.

PENDAHULUAN 

Sekolah merupakan institusi pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi lingkungan yang berperan dalam membentuk kebiasaan, sikap, dan karakter peserta didik. Salah satu karakter yang penting ditanamkan sejak jenjang sekolah dasar adalah kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman karakter peduli lingkungan pada peserta didik dapat dilakukan melalui pembiasaan dan budaya sekolah yang mendorong siswa untuk menjaga kebersihan serta terlibat dalam pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan (Naziyah et al., 2021). Selain melalui pembiasaan, keterlibatan peserta didik secara langsung dalam kegiatan pengelolaan lingkungan juga dapat menjadi bagian dari proses pendidikan. Fitra et al. (2023) menjelaskan bahwa penanaman karakter peduli lingkungan pada peserta didik dapat dilakukan melalui pembiasaan, integrasi dalam pembelajaran, serta kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa secara langsung, sehingga dapat mendorong munculnya sikap peduli terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Sejalan dengan hal tersebut, penerapan gerakan 3R juga terbukti dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekolah (Agustin & Yulianengsih, 2024).

Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 170. Pada tahap awal pelaksanaan KKN, mahasiswa melakukan observasi secara umum untuk mengenali kondisi dan karakteristik lingkungan di Desa Argotirto, termasuk lingkungan sekolah dasar yang berada di wilayah desa. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan di SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Argotirto, mahasiswa menemukan adanya kebiasaan sebagian peserta didik yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya. Temuan tersebut kemudian mendorong mahasiswa untuk memperhatikan lebih lanjut kondisi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.


Hasil peninjauan lebih lanjut menunjukkan bahwa di SDN 01 dan SDN 02, sampah masih tercampur dan belum terdapat pemilahan sampah secara optimal. Sementara itu, SDN 03 telah memiliki tempat sampah yang terpisah, tetapi penerapan pemilahan dan pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas tempat sampah belum sepenuhnya diikuti oleh kebiasaan siswa dalam membuang dan memilah sampah secara tepat.

Selain permasalahan tersebut, mahasiswa juga mengidentifikasi bahwa pemahaman peserta didik mengenai konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) masih perlu diperkuat. Meskipun sebagian siswa telah mengenal konsep 3R, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih perlu dikembangkan. Kondisi ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk melaksanakan program EcoGreen School sebagai upaya memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah sekaligus mengenalkan pemanfaatan kembali barang bekas menjadi benda yang memiliki nilai guna.

Berbagai penelitian dan kegiatan pengabdian sebelumnya menunjukkan bahwa edukasi dan praktik pengelolaan sampah berbasis 3R dapat membantu meningkatkan pemahaman serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan. Namun, penerapan pengelolaan sampah di sekolah perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. Perbedaan fasilitas, kondisi pengelolaan sampah, dan kebiasaan warga sekolah menyebabkan bentuk kegiatan tidak dapat disamaratakan. Suryaningsih et al. (2023) juga menunjukkan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.

Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 170 melaksanakan program EcoGreen sebagai kegiatan edukasi dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Program dirancang untuk memberikan edukasi mengenai konsep 3R sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktikkan pemanfaatan kembali barang bekas dan pengelolaan sampah. Bentuk kegiatan meliputi pembuatan pot dari botol bekas, pembuatan bunga dari gelas bekas, penanaman tanaman, pemilahan sampah, dan praktik pembuatan bahan awal pupuk kompos.

Tujuan program EcoGreen adalah memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam mengenali, memilah, memanfaatkan, dan mengolah sampah melalui kegiatan yang sederhana dan sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan serta mendorong keterlibatan pihak sekolah dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

METODE PELAKSANAAN

Program EcoGreen dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 170 dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Kegiatan KKN berlangsung pada 30 Juli sampai dengan 26 Agustus 2026 di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Program EcoGreen dilaksanakan di tiga sekolah dasar, yaitu SDN 01 Argotirto, SDN 02 Argotirto, dan SDN 03 Argotirto. Peserta didik menjadi sasaran utama kegiatan, sedangkan guru dan pihak sekolah berperan sebagai mitra pendamping.

Waktu dan Lokasi Pelaksanaan 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap pada lokasi dan waktu yang berbeda, yaitu SDN 01 Argotirto pada Senin, 10 Agustus 2026, SDN 03 Argotirto pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan SDN 02 Argotirto pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan pada masing-masing sekolah dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi dan lingkungan sekolah sebagai sasaran pelaksanaan program Eco Green School.

Khalayak Sasaran 

Khalayak sasaran utama program EcoGreen adalah peserta didik SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Argotirto. Guru dan pihak sekolah dilibatkan sebagai mitra dalam pendampingan serta keberlanjutan kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah.

Tahapan Pelaksanaan 

Tahap persiapan diawali dengan observasi umum dan koordinasi bersama pihak sekolah untuk mengenali kondisi lingkungan, kebiasaan peserta didik, serta kebutuhan di masing-masing sekolah. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi tersebut, kelompok KKN menyusun bentuk kegiatan, materi edukasi, kebutuhan alat dan bahan, serta jadwal pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Tahap pelaksanaan merupakan realisasi program EcoGreen School melalui metode edukasi, pendampingan, dan praktik langsung dengan melibatkan peserta didik sebagai peserta kegiatan. Edukasi mencakup pengenalan jenis sampah organik dan anorganik serta konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R). Setelah penyampaian materi, peserta didik diarahkan untuk menerapkan materi melalui kegiatan praktik. Bentuk praktik disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah, meliputi pemanfaatan botol bekas sebagai pot tanaman, pemanfaatan gelas bekas sebagai bahan dekorasi, penanaman tanaman, praktik pemilahan sampah, serta pengenalan pembuatan bahan awal kompos menggunakan galon bekas sebagai wadah dengan bahan berupa air leri, daun kering, dan tanah. Selama praktik, mahasiswa memberikan contoh, arahan, dan pendampingan agar peserta didik dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Tahap evaluasi dilakukan setelah kegiatan di masing-masing sekolah dengan mengamati keterlibatan peserta didik, keterlaksanaan kegiatan, kemampuan peserta dalam mengikuti instruksi praktik, serta hasil atau produk yang dihasilkan. Evaluasi juga digunakan untuk mengidentifikasi kendala selama pelaksanaan dan menentukan penyesuaian yang diperlukan pada kegiatan berikutnya. Hasil kegiatan kemudian didokumentasikan sebagai bahan evaluasi dan penyusunan laporan pertanggungjawaban program kerja KKN.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan Program EcoGreen

Program EcoGreen dilaksanakan di tiga sekolah dasar di Desa Argotirto dengan bentuk kegiatan yang berbeda sesuai kondisi sekolah. Perbedaan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program tidak diterapkan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan fasilitas yang tersedia. Secara keseluruhan, kegiatan melibatkan 193 peserta didik, yaitu 69 peserta didik di SDN 01, 67 peserta didik di SDN 03, dan 57 peserta didik di SDN 02.

Di SDN 01 Argotirto, kegiatan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 dengan melibatkan 69 peserta didik kelas 1 sampai kelas 6. Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai konsep 3R dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Peserta didik kemudian mengikuti praktik membuat pot menggunakan botol bekas. Pot yang dibuat digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman, yaitu brokoli kuning, romini, bulu ayam, mawar, daun bawang, tomat, cabai, dan terong. Kegiatan dilanjutkan dengan penataan dan penghiasan lingkungan sekolah. Keterlibatan peserta didik dalam proses pembuatan pot dan penanaman memberikan pengalaman langsung bahwa barang bekas tertentu masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan.

Di SDN 03 Argotirto, kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 dengan melibatkan 67 peserta didik kelas 4 sampai kelas 6. Kegiatan lebih berfokus pada pengelolaan sampah organik dan anorganik. Peserta didik memperoleh edukasi mengenai perbedaan kedua jenis sampah tersebut dan konsep 3R, kemudian melakukan praktik pemilahan sampah secara langsung. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan bahan awal kompos menggunakan galon bekas sebagai wadah, dengan bahan berupa air leri, daun kering, dan tanah. Campuran yang dihasilkan belum merupakan kompos matang karena masih memerlukan proses pengomposan lanjutan. Bahan tersebut kemudian diletakkan di lingkungan sekolah untuk melanjutkan proses pengomposan. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada peserta didik mengenai pengelolaan sampah organik dan proses pemanfaatannya.

Di SDN 02 Argotirto, kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 dengan melibatkan 57 peserta didik kelas 4 sampai kelas 6. Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai konsep 3R dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Peserta didik kemudian mengikuti praktik membuat bunga dari gelas bekas. Sebagian bunga telah dibuat oleh mahasiswa di posko, sedangkan sebagian lainnya dibuat secara langsung bersama peserta didik di kelas. Hasil kerajinan digunakan sebagai hiasan lingkungan sekolah. Kegiatan juga dilanjutkan dengan penanaman tanaman brokoli, romini, dan bulu ayam serta gotong royong untuk membantu menata lingkungan sekolah.

Capaian dan Output Kegiatan


Capaian tersebut menunjukkan bahwa konsep 3R dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Pada SDN 01 dan SDN 02, konsep Reuse diterapkan melalui pemanfaatan botol dan gelas bekas menjadi produk yang memiliki fungsi baru. Sementara itu, di SDN 03, kegiatan lebih menekankan pemilahan dan pemanfaatan sampah organik melalui proses awal pengomposan. Perbedaan bentuk kegiatan menjadi bentuk penyesuaian program terhadap kondisi masing-masing sekolah.

Pelaksanaan kegiatan juga memperlihatkan bahwa edukasi yang disertai praktik memberikan pengalaman yang lebih konkret bagi peserta didik dibandingkan penyampaian materi saja. Peserta didik tidak hanya memperoleh informasi mengenai 3R, tetapi juga terlibat dalam proses membuat produk, memilah sampah, menanam, dan menyiapkan bahan kompos. Temuan ini sejalan dengan Fitra et al. (2023) yang menekankan pentingnya keterlibatan langsung peserta didik melalui pembiasaan dan kegiatan praktik dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di sekolah dasar. Hal tersebut juga sejalan dengan Agustin dan Yulianengsih (2024) serta Suryaningsih et al. (2023) mengenai pentingnya edukasi pengelolaan sampah dalam mendukung pemahaman dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.

Kendala dan Penyesuaian Pelaksanaan

Pelaksanaan program pada salah satu sekolah sasaran memerlukan penyesuaian terhadap kondisi lapangan. Penyesuaian terjadi pada kegiatan penanaman karena terdapat perubahan teknis terkait tempat penanaman dari pihak sekolah yang berbeda dari rencana awal. Perubahan tersebut menyebabkan media penanaman yang semula direncanakan tidak dapat digunakan sesuai dengan rancangan kegiatan. Oleh karena itu, mahasiswa menyesuaikan kegiatan dengan memanfaatkan media dan tanaman yang tersedia di sekolah sehingga kegiatan penanaman tetap dapat dilaksanakan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya fleksibilitas dalam pelaksanaan program pengabdian di lingkungan sekolah agar tujuan kegiatan tetap dapat tercapai.


Secara keseluruhan, kegiatan EcoGreen terlaksana dengan melibatkan peserta didik secara langsung dalam berbagai aktivitas pengelolaan lingkungan. Program menghasilkan produk dan kegiatan yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada peserta didik mengenai pemanfaatan barang bekas, pemilahan sampah, pengenalan pengomposan, dan penghijauan. Keberlanjutan manfaat program memerlukan pembiasaan serta dukungan dari pihak sekolah untuk menerapkan kembali pengetahuan dan praktik yang telah diperoleh setelah kegiatan KKN berakhir.

KESIMPULAN

Program EcoGreen telah dilaksanakan di SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Argotirto melalui edukasi 3R, pemanfaatan barang bekas, penanaman, pemilahan sampah, dan praktik pembuatan bahan awal kompos. Kegiatan melibatkan 193 peserta didik secara keseluruhan dan menghasilkan berbagai output, antara lain pot dari botol bekas, bunga dari gelas bekas, tanaman yang ditanam di lingkungan sekolah, praktik pemilahan sampah, serta bahan awal kompos yang masih memerlukan proses lanjutan. Keterlibatan peserta didik secara langsung memberikan pengalaman kontekstual dalam memahami bahwa barang bekas dan sampah tertentu masih dapat dimanfaatkan atau diolah kembali. Agar manfaat program berkelanjutan, pihak sekolah diharapkan melanjutkan pembiasaan pemilahan sampah, pemanfaatan barang bekas, perawatan tanaman, serta melanjutkan pemantauan proses pengomposan setelah masa KKN berakhir.

UCAPAN TERIMA KASIH 

Kelompok 170 mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P., Pemerintah Desa Argotirto, kepala sekolah dan guru SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Argotirto, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, arahan, kerja sama, dan partisipasi selama pelaksanaan program EcoGreen. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh anggota KKN UMM Kelompok 170 yang telah berkontribusi dalam proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.(*)

DAFTAR PUSTAKA

Agustin, T., & Yulianengsih, N. L. (2024). Pengaruh gerakan 3R (Reduce, Reuce, Recycle) terhadap peningkatan kesadaran siswa pada pembelajaran pendidikan lingkungan hidup di kelas III SDN 4 Jalaksana. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 701–713. https://doi.org/10.23969/jp.v9i04.18491 

Fitra, A. (2023). Implementasi Adiwiyata dalam penanaman karakter peduli lingkungan di sekolah dasar. Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar, 10(1), 1–12. https://doi.org/10.17509/jppd.v10i1.54105

Naziyah, S., Akhwani, A., Nafiah, N., & Hartatik, S. (2021). Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3482–3489. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1344

Suryaningsih, Y., Mu’minah, I. H., Gaffar, A. A., & Sugandi, M. K. (2023). Peningkatan karakter peduli lingkungan melalui pelatihan pengelolaan sampah berbasis 3R (mu u7cd). SANISKALA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 38–44. https://doi.org/10.31949/jsk.v1i1.6216