HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Menembus 9 Kali Operasi, Mampukah Mungilnya Tubuh Khatijah Terus Bertahan Tanpa Uluran Tangan Kita?

Lentera24.com | IDI RAYEUK — Di sudut ruang perawatan RSUD Zubir Mahmud, Idi Rayeuk, seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun terbaring ...


Lentera24.com | IDI RAYEUK — Di sudut ruang perawatan RSUD Zubir Mahmud, Idi Rayeuk, seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun terbaring tak berdaya. Matanya yang bening menatap langit-langit kamar dengan tatapan redup. Tak ada gelak tawa melompat dari bibirnya, tak ada jejak lari kecil yang menghiasi harinya. Dialah Khatijah Yasmin Thahirah, seorang malaikat kecil yang kini harus memikul beban luar biasa berat: mengidap Craniopharyngioma (tumor otak) dan Hidrosefalus.

Sejak usianya masih empat tahun—masa di mana anak-anak lain sedang lincah-lincahnya mengenal dunia—Khatijah justru harus akrab dengan tajamnya jarum infus, dinginnya ruang operasi, dan aroma menyengat obat-obatan. Sembuh bukan perjalanan yang mudah, namun keteguhan hatinya luar biasa. Sembilan kali pisau bedah telah merobek tubuh mungilnya—mulai dari Banda Aceh, Kesdam, RS Putri Bidadari, hingga RS PON Jakarta—demi memberi jalan bagi napas kehidupan yang terus ia pertahankan.

Namun, perjuangan fisik Khatijah kini terancam terhenti oleh dinding kemiskinan yang kian menghimpit keluarganya.

Sang ayah, Khairullah, seorang Pimpinan Balai Pengajian Muhazzabul Akhlaq Al-Aziziyah, kini tak lagi bisa menyembunyikan getar kesedihan di dadanya. Demi menyambung hidup dan membiayai pengobatan sang putri bungsu, satu per satu harta benda mereka ludes tak bersisa.

"Satu per satu harta yang kami miliki sudah terpaksa dipakai. Sepeda motor, satu-satunya alat bantu kami mencari nafkah, sudah kami jual. Hasilnya habis untuk biaya perawatan, makan sehari-hari, dan sekolah kakak-kakaknya," tutur Khairullah dengan suara serak menahan tangis.

Kini, dokter kembali merekomendasikan agar Khatijah segera dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk perawatan lanjutan. Namun, tanpa kendaraan dan dana yang tersisa, langkah kaki sang ayah serasa terkunci.

Bahkan untuk hal sederhana seperti melihat sinar matahari pagi, Khatijah tak lagi mampu melakukannya sendiri. Saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi Khatijah adalah sebuah kursi roda. Benda yang mungkin biasa bagi kita, namun menjadi impian terbesar Khatijah agar ia tak lagi membusuk di atas kasur, agar ia bisa menghirup udara luar dan merasakan hangatnya kebaikan dunia.

"Kami hanya ingin anak kami sembuh, setidaknya bisa bergerak sedikit lebih leluasa. Tak ada yang bisa kami berikan selain doa tulus agar kebaikan Bapak/Ibu dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT," ucap sang ibu, Iga Melia, lirih.

Khatijah adalah potret keteguhan yang tak boleh berjuang sendirian. Harapan itu belum padam, dan kini lentera kesembuhan Khatijah berada di tangan kita. Uluran tangan sekecil apa pun, baik berupa bantuan donasi maupun sebuah kursi roda, akan menjadi napas baru bagi perjuangan Khatijah untuk kembali tersenyum.

Mari Salurkan Bantuan & Kepedulian Anda:

Kontak Keluarga / Pendamping: Khairullah (Ayah Khatijah)

Alamat: Dusun Calok Geulima, Gampong Jawa, Kec. Idi Rayeuk, Kab. Aceh Timur

No. HP / WhatsApp: 0821-2939-6943

Bentuk Bantuan: Donasi Pengobatan & Biaya Operasional / Bantuan Kursi Roda.[]L24.Zal