Lentera24.com | RINGINKEMBAR — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 156 menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah (door to ...
Lentera24.com | RINGINKEMBAR — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 156 menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah (door to door) yang menyasar warga lanjut usia (lansia) di Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Selasa (12/8/2026). Kegiatan ini digagas untuk menjangkau lansia yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan di posyandu.
Selama ini, sejumlah lansia di desa tersebut tercatat tidak bisa rutin memeriksakan kesehatannya ke posyandu lantaran keterbatasan mobilitas, baik karena faktor usia, kondisi fisik, maupun jarak tempuh menuju lokasi posyandu. Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa KKN 156 berinisiatif mendatangi langsung rumah-rumah warga lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar.
Berbeda dengan kegiatan posyandu pada umumnya, program door to door ini tidak menyasar seluruh lansia di Desa Ringinkembar secara merata. Tim KKN 156 memfokuskan kunjungan hanya kepada lansia yang benar-benar membutuhkan, yakni mereka yang kondisinya paling sulit menjangkau posyandu, seperti lansia dengan keterbatasan fisik atau tanpa pendamping untuk mengantar.
Program ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Ringinkembar. Kehadiran mahasiswa KKN yang datang langsung ke rumah dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota lansia dengan mobilitas terbatas.
Salah satu warga, seorang bapak yang menjadi sasaran pemeriksaan, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. Pasalnya, sang istri tidak memungkinkan untuk mengantar suaminya sendiri ke posyandu, sementara anaknya memiliki kesibukan lain sehingga tidak selalu bisa mengantar.
"Saya merasa terbantu dengan kegiatan ini karena istri saya nggak bisa dan anak saya juga ada kesibukan lain, jadi nggak bisa ngantar," ujar salah satu warga.
Melalui kegiatan door to door ini, KKN 156 berharap dapat mendorong pemerataan akses kesehatan di tingkat desa, sekaligus menjadi contoh model pelayanan kesehatan yang lebih inklusif bagi kelompok rentan seperti lansia. Kegiatan serupa direncanakan dapat berlanjut atau diadopsi oleh perangkat desa maupun kader posyandu setempat sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. []L24.Red
(Mahasiswa/i, KKN 156 Ringin Kembar Universitas Muhammadiyah Malang)
