Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Aceh Tamiang telah berdiri tegak. Namun,...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Aceh Tamiang telah berdiri tegak. Namun, di tengah perjuangan warga bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi, gedung-gedung tersebut dinilai belum memberikan dampak langsung jika tak segera difungsikan.
Melihat kondisi ini, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang, Edi Sahputra. ST, mendorong Pemerintah Kabupaten beserta seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak cepat menghidupkan operasional KDMP.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Aceh Tamiang menegaskan bahwa pemulihan ekonomi warga pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan darurat. Masyarakat membutuhkan mesin penggerak ekonomi yang dekat, nyata, dan berkelanjutan dari tingkat kampung.
“Yang kita dorong bukan sekadar membuka pintu gedung KDMP, melainkan memastikan ada denyut aktivitas ekonomi di dalamnya. Bangunan itu baru titik awal, bukan tujuan akhir. Masyarakat butuh wadah yang langsung menggerakkan kembali perdagangan dan produksi lokal,” tegasnya.
Agar tidak berakhir menjadi aset yang terbengkalai, Pemuda Pancasila mendorong KDMP difungsikan sebagai instrumen pemulihan ekonomi berbasis warga melalui beberapa langkah taktis:
• Penyedia Kebutuhan Pokok: Menjamin ketersediaan bahan pangan warga dengan harga stabil dan terjangkau.
• Penyerapan Hasil Bumi: Menjadi penampung utama produk pertanian, perkebunan, dan usaha warga kampung.
• Penguatan UMKM Lokal: Membuka rantai distribusi mandiri agar roda ekonomi tidak bergantung pada pihak luar.
• Digitalisasi & Transparansi: Memanfaatkan sistem digital untuk tata kelola keuangan dan pencatatan transaksi yang akuntabel.
Pemuda Pancasila meminta Pemkab Aceh Tamiang segera melakukan inventarisasi bangunan KDMP yang siap pakai, mematangkan rencana bisnis sederhana, serta menyusun target waktu operasional yang jelas. Pendampingan manajemen dan akses pembiayaan juga perlu diperkuat agar koperasi tidak menjadi beban baru bagi desa.
Sebab pada akhirnya, tolok ukur keberhasilan KDMP bukan terletak pada seberapa megah gedungnya, melainkan seberapa banyak usaha warga yang tumbuh dan pendapatan keluarga yang meningkat.
“Bangunan sudah berdiri. Sekarang saatnya ekonomi desa mulai bergerak,” tutupnya.[]L24.Sai
