Lentera24.com | KARANG BARU — Senyum lega perlahan mulai terukir di wajah masyarakat Aceh Tamiang. Langkah nyata pemulihan pascabencana h...
Lentera24.com | KARANG BARU — Senyum lega perlahan mulai terukir di wajah masyarakat Aceh Tamiang. Langkah nyata pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang sempat melumpuhkan 12 kecamatan di wilayah ini terus digenjot. Terbaru, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang merangkul Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh untuk memastikan ketersediaan air bersih—kebutuhan mendasar masyarakat—dapat kembali pulih secara optimal.
Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan puluhan ton bahan kimia pengolah air bersih dari PMI Aceh kepada Pemkab Aceh Tamiang di Gudang Perumda Air Minum Tirta Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Rabu (05/08/2026).
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, S.E., bersama Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., sebelum bantuan tersebut secara resmi diteruskan kepada manajemen Perumda Tirta Tamiang.
Bantuan Logistik dan Sentuhan Kemanusiaan
Tak tanggung-tanggung, bantuan logistik yang diserahkan terdiri dari 90 ton Aluminium Sulfat (Tawas) dan 9 ton Kalsium Hipoklorit (Kaporit) berkualifikasi tinggi. Seluruh pasokan ini disiapkan untuk mempercepat proses penyulingan air minum agar aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Namun, kepedulian PMI tidak berhenti pada angka dan tonase logistik belaka. Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, menegaskan bahwa penyerahan bahan kimia ini merupakan bagian dari rangkaian panjang pendampingan kemanusiaan di Aceh Tamiang atas arahan Ketua Umum PMI Pusat, H. M. Jusuf Kalla.
"PMI hadir sejak awal bencana dan kami berjanji tidak akan beranjak sampai tahap pemulihan selesai. Selain armada tambahan dan pengolah air bersih yang dikirim bertahap dengan truk Fuso, sebelumnya kami juga telah menyalurkan bantuan tunai Rp1,2 juta per penerima manfaat kepada 2.041 warga terdampak pada Mei lalu," ujar Murdani hangat.
Hingga saat ini, relawan dan tim teknis PMI masih terus beroperasi di lapangan. Mulai dari mengoperasikan instalasi produksi air bersih di Alur Manis dan Rantau, menyalurkan air via 15 unit mobil tangki ke kawasan Pasar Kualasimpang, menerjunkan alat berat untuk pembersihan lingkungan, hingga menghadirkan layanan trauma healing bagi warga yang menata kembali kehidupannya.
Kabar Baik untuk Warga: Gratis Air 3 Bulan dan Pembenahan Total
Menerima dukungan besar tersebut, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan rasa haru dan apresiasi mendalam. Ia menyadari betul betapa krusialnya air bersih bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana.
Sebagai bentuk empati nyata dari pemerintah daerah terhadap beban ekonomi masyarakat yang masih berada dalam masa transisi, Bupati Armia membawa kabar menyejukkan: tagihan air bersih PDAM akan dibebaskan selama 3 bulan.
"Bantuan bahan kimia dari PMI ini sangat vital karena air adalah urat nadi kehidupan masyarakat kita. Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Aceh Tamiang akan menanggung biaya air bersih PDAM selama tiga bulan ke depan melalui alokasi APBD untuk seluruh masyarakat terdampak," ungkap Armia yang disambut hangat oleh jajaran yang hadir.
Tak hanya memberikan stimulus gratis, Bupati juga menegaskan komitmennya untuk membenahi pelayanan air bersih secara permanen. Selain pembangunan tiga instalasi pengolahan air baru di Baru Alam, Kebun Kopi, dan Rantau, tata kelola Perumda Air Minum Tirta Tamiang akan dirombak total secara transparan.
"Saya minta seluruh jajaran PDAM bekerja dengan hati dan profesional. Pemkab akan menerjunkan akuntan publik untuk mengaudit operasional PDAM agar lembaga ini benar-benar sehat, bersih, dan melayani masyarakat secara maksimal," tegasnya penuh optimisme.
Sinergi Bersama demi Tamiang Bangkit
Momen serah terima dan silaturahmi ini turut dihadiri oleh Ketua PMI Aceh Tamiang Irwan Pane, Direktur Perumda Tirta Tamiang Juanda, S.IP, jajaran jajaran PMI, unsur TNI/Polri, serta insan pers.
Sinergi erat antara Pemkab Aceh Tamiang dan PMI Aceh ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah ujian bencana, gotong royong dan kepedulian adalah kunci utama untuk membawa Aceh Tamiang kembali pulih dan tersenyum.[]L24.SWJ
