HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Era Baru Paya Tampah: Ponirin Kantongi 579 Suara, Warga Titipkan Mandat Perubahan dan Transparansi

​Lentera24.com | ACEH TAMIANG  — Semangat demokrasi warga Kampung Paya Tampah benar-benar tak terbendung. Meski sempat terhambat musibah ba...


​Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Semangat demokrasi warga Kampung Paya Tampah benar-benar tak terbendung. Meski sempat terhambat musibah banjir bandang setahun silam, Minggu (26/4/2026) menjadi saksi sejarah baru. Ponirin resmi terpilih sebagai Datok Penghulu periode 2025-2031 setelah meraih simpati besar dari masyarakat dalam pesta demokrasi yang berlangsung khidmat.

​Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir, Ponirin yang tampil dengan nomor urut 2 berhasil mengumpulkan 579 suara. Ia mengungguli rivalnya, Azlansyah (nomor urut 1), yang memperoleh 491 suara dari total pemilih yang hadir. Sementara itu, tercatat hanya 16 suara yang dinyatakan tidak sah, sebuah angka kecil yang menunjukkan betapa cerdas dan antusiasnya warga dalam menyalurkan hak politik mereka.

Mandat untuk Transparansi dan Aspirasi

​Kemenangan Ponirin bukan sekadar angka di atas kertas. Perolehan 579 suara tersebut dipandang sebagai mandat suci dari masyarakat yang merindukan perubahan nyata. Warga Paya Tampah kini menaruh harapan besar pada pundak Ponirin untuk membawa perubahan, terutama dalam transparansi pelayanan publik dan penguatan aspirasi tingkat akar rumput.

​Keinginan warga sangat jelas: mereka ingin tata kelola desa yang lebih terbuka, jujur, dan melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan penting.

Pemimpin yang Membumi: "Jangan Segan Menegur Saya"

​Sikap rendah hati justru ditunjukkan Ponirin sesaat setelah dirinya dipastikan menang. Bukannya larut dalam euforia, ia justru menyampaikan pesan yang menyentuh sisi humanis warga. Ia menegaskan bahwa jabatan Datok Penghulu adalah amanah yang butuh dukungan kolektif, bukan panggung untuk kekuasaan pribadi.

​"Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan ini. Namun, saya tidak bisa bekerja sendiri. Bantu saya membangun kampung kita. Tegur dan beri saya nasihat jika dalam melangkah nanti saya melakukan kekhilafan," ungkap Ponirin dengan tulus di hadapan para warga.


Menghapus Sekat, Merajut Persatuan

​Menutup momentum bersejarah tersebut, Ponirin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera "move on" dari perbedaan pilihan selama masa kampanye. Ia menekankan bahwa kemajuan Paya Tampah hanya bisa diraih jika seluruh warga kembali bersatu tanpa ada kotak-kotak politik.

​"Kompetisi Pildatok telah usai. Tidak ada lagi kubu nomor satu atau nomor dua. Sekarang yang ada adalah warga Paya Tampah. Mari kita bersatu kembali demi membangun kampung tercinta agar lebih baik dan sejahtera di masa depan," pungkasnya dengan tegas.

​Kini, lembaran baru telah dibuka. Paya Tampah bersiap melangkah menuju masa depan yang lebih transparan dan inklusif di bawah kepemimpinan Ponirin hingga tahun 2031.[]L24.Sai