Lentera24.com | ACEH TIMUR – Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Aceh Timur, Raja Abdul Razzi, meluapkan kemarahannya terhadap lambannya pembang...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Aceh Timur, Raja Abdul Razzi, meluapkan kemarahannya terhadap lambannya pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir di Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari. Raja menilai, membiarkan warga merayakan Idulfitri di bawah tenda darurat adalah bentuk nyata ketidakpedulian pemerintah terhadap kemanusiaan.
Janji Manis yang Terbengkalai
Hingga saat ini, janji pembangunan 204 unit huntara masih jauh dari kata tuntas. Banyak bangunan yang ditemukan warga masih berupa kerangka tak beratap, memaksa ratusan jiwa bertahan hidup di bawah terpal plastik meski bulan suci Ramadan tengah berlangsung.
"Ini bukan lagi soal teknis atau administrasi, ini soal hati nurani. Tidak pantas rakyat dipaksa berlebaran di bawah terpal sementara janji pemerintah terus digantung," tegas Raja Abdul Razzi, Selasa (4/3/2026).
Tuntut Transparansi dan Langkah Nyata
Raja mencurigai adanya ketidakterbukaan dalam pengelolaan proyek ini. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk berhenti "menjual harapan" dan segera memberikan kepastian kepada masyarakat.
- Kritik Keras: SAPMA PP menilai Pemkab Aceh Timur tidak serius menangani dampak pascabanjir.
- Tuntutan: Segera selesaikan pembangunan sebelum Hari Raya Idulfitri agar warga bisa beribadah dengan martabat.
- Ancaman Aksi: Jika tidak ada progres nyata dalam waktu dekat, SAPMA PP siap melakukan konsolidasi massa dan turun ke jalan.
Seruan Persatuan
Menutup pernyataannya, Raja mengajak seluruh elemen organisasi kepemudaan di Aceh Timur untuk tidak menutup mata atas penderitaan warga Pante Labu. Ia menegaskan bahwa kemenangan Idulfitri tidak boleh dirayakan di tengah tangis warga yang terabaikan.
"Jangan biarkan saudara kita merayakan kemenangan dalam ketidakpastian. Jika pemerintah lambat, biar tekanan rakyat yang mempercepatnya," pungkasnya.[]L24.Zal
