HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Gerak Cepat Kemanusiaan: Yayasan Geutanyoe & Save The Children Pulihkan Senyum Warga Ujung Karang

Lentera24.com | ACEH TIMUR – Komitmen kemanusiaan Yayasan Geutanyoe terhadap korban bencana di Aceh Timur tak pernah surut. Sejak banjir da...



Lentera24.com | ACEH TIMUR – Komitmen kemanusiaan Yayasan Geutanyoe terhadap korban bencana di Aceh Timur tak pernah surut. Sejak banjir dan longsor melanda di akhir tahun lalu, yayasan lokal ini terus mendampingi warga untuk bangkit. Terbaru, bekerja sama dengan Save The Children, Yayasan Geutanyoe kembali menyalurkan paket Hygiene Kit (Higenkit) kepada 86 keluarga di Desa Ujung Karang, Rabu (4/3/2026).

Langkah ini bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan bukti nyata kehadiran Geutanyoe di tengah masyarakat yang tengah berjuang memulihkan hidup.

Bukan Sekadar Paket, Tapi Harapan

Koordinator Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah memastikan standar kesehatan warga tetap terjaga di masa transisi pasca-bencana. Paket yang berisi handuk, kebutuhan sanitasi perempuan, ember, hingga alat kebersihan diri menjadi instrumen penting untuk mencegah penyakit.

"Kami hadir karena kami peduli. Program ini dirancang untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi agar mereka bisa kembali menata hidup dengan kualitas kesehatan yang lebih baik," ujar Nasruddin dengan penuh semangat.

Jejak Bakti yang Berkelanjutan

Eksistensi Yayasan Geutanyoe di Aceh Timur memang patut diacungi jempol. Sebelum pembagian paket ini, mereka telah bergerak di garis depan melalui:

Pembangunan Fasilitas MCK: Memastikan sanitasi layak bagi warga yang rumahnya hancur.

Distribusi Air Bersih: Menjamin akses air layak konsumsi saat sumber air warga tercemar lumpur.

Pendampingan Pemulihan: Terus memantau kondisi sosial masyarakat di titik-titik terdampak.

Jeritan Hati dari Ujung Karang: "Kami Ingin Kembali Berdaya"

Meski bantuan logistik sangat membantu, tantangan besar masih membentang. Perwakilan warga, Darlina, mengungkapkan rasa syukurnya sekaligus menaruh harapan besar pada Yayasan Geutanyoe ke depannya.

“Terima kasih tak terhingga untuk Yayasan Geutanyoe. Namun, luka kami masih dalam karena sawah dan ladang di Serbajadi masih tertimbun lumpur dan kayu,” ungkap Darlina. Ia berharap ada langkah selanjutnya berupa pemberdayaan ekonomi agar warga tidak lagi bergantung pada bantuan, melainkan bisa kembali mandiri.

Menanggapi hal tersebut, Nasruddin menegaskan bahwa misi Geutanyoe belum usai. "Kami akan terus mengupayakan pemulihan yang komprehensif. Semangat kami adalah melihat masyarakat kembali bangkit dan berdaya," tutupnya.[]L24.Sai