suara-tamiang.com : Satu peleton pasukan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tamiang melakukan operasi penertiban sejumlah pedagan...
suara-tamiang.com : Satu peleton pasukan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tamiang melakukan operasi penertiban sejumlah pedagang mercon yang berjualan di Jln Letjend Soeprapto atau disekitar Mesjid Kota Kualasimpang, Selasa (24/7) kemarin. Bahkan dalam penertiban tersebut, sempat terjadi adu argumen dengan petugas polisi pamong praja dan pedagang.
Tak hanya pedagang musiman, pedagang toko yang meletakan barang di pinggiran jalan trotoa juga ikut di sapu bersih oleh petugas Satpol PP. Serta abang tukang becak juga ikut ditertibkan dan mereka mengaku setiap bulannya membayar “Upeti” setoran lapak parkir kepada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Aceh Tamiang.
Satpol Pamong Praja telah memanggil para pedagang mercon dan membuat kesepakatan agar tidak menjajalkan dagangannya, seratus meter dari area Mesjid Kota Kualasimpang. Hal itu dilakukan agar menjaga ketenangan saat umat muslim menjalankan ibadah shalat tarawih pada malam hari.
“Padahal sebelumnya para pedagang mercon ini, sudah kita panggil sebelum memasuki bulan ramadhan. Karena mereka sudah berjualan sepuluh hari sebelum masuk ramadhan. Pada awalnya para pedagang menyetujui agar tidak berjualan disekitaran mesjid, namun para pedagang tidak mengindahkan kesepakatan itu,” sebut Danton Satpol PP kepada suara-tamiang.com.
Operasi penertiban pedagang mercon itu sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan pedagang. Sehingga petugas mengangkat lapak pedagang dan memindahkan dengan paksa ke lokasi yang agak jauh dari mesjid. Sebelumnya, para pedagang sudah diarahkan agar menjajalkan dagangannya di Jln. Cut Nyak Dhien depan kantor Pegadaian cabang kualasimpang.
Bahkan, Satpol PP rela pos mereka yang berada di persimpangan Jln. Cut Nyak Dhien dijadikan tempat untuk para pedagang mercon tersebut. “Jamaah mesjid mengeluh akibat ulah para pedagang yang membuat kebisingan saat umat muslim beribadah sholat tarawih. Padahal, pedagang mercon ini sudah di arahkan ke lokasi depan kantor pegadaian dan pos kami (satpol-red),” ujarnya.
Kepala Satpol PP dan WH Aceh Tamiang, A. Yuharda yang coba dihubungi via seluler tidak berhasil dihimpun keterangan. Sebab, panggilan konfirmasi via seluler tidak diangkat Kepala Satpol PP dan WH Aceh Tamiang. | Rico Fahrizal