Ketika Wakil Rakyat Sambangi Warga Miskin

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Belum sampai sebulan dilantik, bahkan alat kelengkapan DPRK masih akan dirampungkan, dua wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Subulussalam Kec. Penanggalan, Karlinus dan Ridho Bancin sambangi warga miskin di Desa Penanggalan, Senin kemarin.


Kunjungan dilakukan keduanya usai menghadiri upacara ke-60 Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) di Lapangan Beringin, Kec. Simpang Kiri, Kota Subulussalam dipimpin Wali Kota, H. Affan Alfian Bintang, SE, dihadiri unsur Forkopimda dan undangan lain.

Menariknya, saat menuju rumah sasaran, dua anggota DPRK yang turun bersama wartawan itu berpapasan persis di jalan menuju rumah warga dimaksud. Muis Berutu, 43 berjalan meninggalkan rumahnya sekira 200 meter, memanfaatkan kursi roda sebagai tongkat yang seharusnya dinaiki karena tak lagi layak pakai. Tak lagi layak pakai, Muis menjadikannya ibarat tongkat karena ia tak mampu berjalan sempurna.


Ajak Muis kembali ke rumahnya, Karlinus dan Ridho Bancin harus menaikkan Muis bersama kursi rodanya ke mobil milik pribadi Karlinus. 

Karlinus dan Ridho kepada media ini mengatakan, mereka mendengar kabar tentang kondisi Muis yang sebenarnya belum terlalu lama. Intinya, warga miskin, mendiami rumah bantuan yang dibangun sekira lima tahun lalu, jauh dari pemukiman warga, dekat dengan tanah pekuburan dan kebun bahkan rumah tanpa penerang listrik. 

"Kita juga akan ke PLN, meminta solusi bagaimana agar rumah ini bisa diterangi listrik," jelas Karlinus diamini Ridho Bancin sesaat akan menuju Kantor PT PLN Cabang Subulussalam dari kediaman Muis.

Soal fenomena di sana, Bagian Humas PT PLN Subulussalam, Mulyadi saat menerima audiensi dua anggota DPRK dan wartawan ini mengapresiasi. "Silakan disher informasi seperti itu pak, kita akan pelajari dan cari solusi agar bisa terlayani," pinta Mulyadi.

Kepada media ini, Muis akui sudah lima tahun lebih mendiami rumah bantuan yang dibangun di atas tanah milik orang tuanya. Namun sejak dibangun hingga saat ini, arus listrik tak pernah nyala di karena non jaringan. Menariknya, sejumlah lampu terpasang meski nyaris sudah usang. Ternyata, intalalasi dan lampu dipasang di sana sepaket dengan rumah bantuan.

Muis tak bisa kerja karena kondiai tubuhnya tak mengizinkan mengaku mendiami rumah itu bersama seorang istri, Nurtina A Boangmanalu serta tiga anaknya. "Yang tertua Kelas VI, yang kedua Kelas V SD dan yang bungsu belum sekolah," aku Muis tampak gembira dikunjungi dua orang anggota DPRK dan diberi sekedar tali asih.

Kunjungan dua anggota DPRK yang diposting ke media sosial inipun mendapat respon banyak pihak. Karlinus dan Ridho akui kunjungan ini tidak ada maksud lain, kecuali didorong nurani terkait nasib warga. "Mudah-mudahan pihak lain bisa membantu dengan caranya," ringan Karlinus. [] L24-013 (Khairul)

Diberdayakan oleh Blogger.