Warga Ancam Tetap Blokir Jalan

Lentera24.com | NAGAN RAYA -- Warga di kawasan Gunong Reubo, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, akan tetap memblokir jalan utama jika PT Mifa Bersaudara itu tidak memenuhi tuntutan masyarakat sebagaimana kesepakatan yang dibuat. Hingga kini tenda masih berdiri di pinggir jalan dan siap dibentangkan ke badan jalan jika diperlukan sewaktu-waktu.

Foto : Serambinews
Sementara itu, aktifitas pihak perusahaan sejak Selasa (23/4) sudah berjalan normal seperti biasanya, dengan digeserkannya tenda ke pinggir jalan yang sebelumnya diduduki warga. Massa bubar menjelang tengah malam setelah sempat melakukan perundingan antara pihak perusahaan dengan warga. Salah satu isi kesepakatan bahwa pada Rabu (24/4) hari ini akan dilakukan perundingan kembali.

Dalam pertemuan tersebut, kondisi sempat memanas atas pernyataan pihak perusahaan bahwa mereka telah memenuhi komitmennya. Namun, dalam pertemuan itu, pihak perusahaan meminta maaf atas penyataannya yang dinilai telah merugikan Dayah Sufi Muda di Gunong Reubo.

“Kami atas nama PT Mifa mengklarifikasi dan memohon maaf atas pemberitaan yang sudah merugikan Dayah Sufi Muda. Terkait dengan permasalahan yang terjadi sudah disepakati akan ada perundingan dengan Sufi Muda di pelabuhan PT Mifa, Rabu (24/4) sekitar pukul 08.00 WIB di Kantor Pelabuhan PT Mifa,” kata Azizon Nurza, CSR dan Corcomm Manager PT Mifa Bersaudara kepada Serambi, Selasa (23/4).

Berita yang diklarifikasi dan permohonan maaf kepada pimpinan Dayah Muda Sufi itu terkait pernyataan pihak perusahaan PT Mifa di Harian Serambi Indonesia edisi Senin (22/4). Pernyataan pihak perusahaan tersebut, antara lain, “Kami telah melaksanakan semua kesepakatan bersama pimpinan Dayah Sufi Muda dan pengurus dengan membangun jembatan di Desa Gunong Reubo, juga membantu meratakan halaman dayah dan telah diserahterimakan bantuan pada 11 April 2019, sehingga para santri dan masyarakat yang ingin menuju Dayah Sufi Muda dapat melintasi akses tersebut.”

Protes massa Senin lalu muncul setelah perusahaan menutup badan jalan desa daerah itu, sehingga menyebabkan akses ke Meulaboh tertutup. Warga pun melampiaskan kemarahannya dengan memblokade jalan utama perusahaan tambang batu bara itu hingga sore. Namun, pada Selasa, aktivitas perusahaan kembali normal.

Pimpinan Dayah Sufi Muda di Gunung Reubo, Nagan Raya, Tgk Abu Chik Zahid kepada Serambi, Selasa (24/4), membantah penyataan pihak perusahaan yang terkesan seakan-akan mereka telah membantu dayah tersebut selama ini. Padahal, menurutnya, pihak perusahaan hanya membantu jalan saja. Itu pun jalan umum, bukan milik dayah.

“Selain itu, pihak perusahan hanya membantu meratakan tanah di dekat dayah. Itu pun hanya tiga jam mereka lakukan. Jika mereka katanya telah melaksanakan komitmen sangat kita sayangkan, yang seakan-akan telah mengucurkan banyak bantuan kepada dayah. Itu sama sekali tidak benar,” jelas Tgk Abu Chik Zahid.

Disebutkan, pihaknya sangat menyesalkan pernyataan pihak perusahaan tersebut dan masyarakat nantinya akan melihat bagaimana komitmen PT Mifa dalam pertemuan dengan warga yang dijadwalkan hari ini. [] SERAMBINEWS



Diberdayakan oleh Blogger.